STAIYO, Hadirkan Alumni Sukses Saat Yudisium & Pembekalan Calon Wisuda

Wonosari (28/08) – Hari Sabtu, 28 Agustus 2021, Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) melaksanakan agenda “Yudisium dan Pembekalan Calon Wisudawan/Wisudawati” dari 58 orang dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Hukum Keluarga Islam (HKI) / Ahwal Syakhsiyyah (AS). Acara yudisium dipimpin langsung oleh Ketua STAIYO Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd, didampingi  Pembantu Ketua 1 Agus Suprianto, SH., SHI., MSI dan Pembantu Ketua 2 Suharto, S. Ag., MM dan dibantu Staf Tenaga Kependidikan Istarsidah , S.Pd.I., MSI.

Yudisium merupakan sarana yang menyatakan kelulusan mahasiswa setelah menempuh seluruh mata kuliah dari total beban SKS yang harus dipelajari dari masing-masing program studi. Dalam agenda yudisium, sekaligus dimanfaat untuk melakukan pengecekan data-data mahasiswa sebelum agenda wisuda dilaksanakan, mengecek draf penerbitan ijazah dan draf transkrip nilai.

Dalam acara ini pula dilakukan pembekalan untuk calon wisudawan / wisudawati yang sebentar lagi akan menjadi alumni dan memasuki tahapan dunia kerja, melanjutkan kuliah S-2 atau menjalani pernikahan. Pembekalan menghadirkan tiga alumni sukses yaitu Ibu Nurwastuti Setyowati, S.Pd.I., MSI sebagai Alumni Prodi Pendidikan Agama Islam yang menjadi PNS Guru Agama di Diknas Gunungkidul, Isnu Hidayat, S.Pd., M.Pd sebagai Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Arab yang menjadi PNS Guru Bahasa Arab di Kemenag Gunungkidul dan Zunita Sari, SH Alumni Prodi Hukum Keluarga Islam yang menjadi Advokat / Konsultan Hukum yang berkantor di Gunungkidul. Acara pembekalan dipandu oleh Ulin Nuha, S.Pd.I., M.Pd.I / Kepala LPPM STAIYO sebagai moderator.

Nurwastuti Setyowati dalam pemaparan menyampaikan bahwa dunia kerja yang dibutuhkkan tidak sekedar IPK tertinggi, namun kompetensi lulusan dalam daya saing lingkungan kerja. Modal kerja yang utama adalah kejujuran, kesungguhan dan keikhlasan. Modal kejujuran, kesungguhan dan keikhlasan akan mampu membawa setiap orang masuk dalam lingkungan kerja apapun. Apalagi ditambah kuatnya cita-cita yang dibangun seseorang. Ibarat burung, terbang dengan sayapnya – tetapi manusia akan terbang, dengan cita-cita. Teruslah kejar cita-cita anda demi suatu prestasi yang membawa kesuksesan. Jangan mudah menyerah dan jangan menjadi alumni STAIYO yang tidak tahan banting.

Isnu Hidayat dalam pemaparan menyampaikan bahwa awalnya tidak ada niatan menjadi PNS. Keinginan awal adalah bagaimana bisa kuliah S1. Setelah S1 lulus, kemudian berpikir bagaimana supaya bisa S2, karena dalam pikirannya barangkali nanti ada keberuntungan. Setelah lulus S2, selang tidak lama ternyata ada pendaftaran CPNS, kemudian ikut mendaftar demi sebuah keberuntungan atau kemujuran, dan Alhamdulillah lulus tes CPNS. Jadi anda semua tidak perlu ragu, siapkan diri anda sebaik-baik mungkin, Insya Allah Allah memberikan jalan terbaik bagi anda.

Sementara Zunita Sari, dalam paparannya menceritakan karirnya setelah lulus kuliah meniti karir sebagai Advokat atau Konsultan Hukum atas bimbingan dari Dosen atau Senior Advokat. Pengakuannya setelah menjadi Advokat, dirinya dipercaya untuk menjadi pengurus inti Organisasi Advokat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Kabupaten Gunungkidul dan memegang program Posbakum di Pengadilan Agama Wonosari. Selain itu, saat ini juga dipercaya oleh beberapa klien untuk membantu menyelesaikan perkaranya. Untuk mengejar impian profesi hukum, diakui dirinya setelah lulus dari STAIYO dengan gelar SH, masih melanjutkan belajar di Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta dan memperoleh gelar SH lagi.