Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab Interaktif

(Wonosari, 06/01/2024) – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan mengusung tema “Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab Interaktif” secara online melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 06 Januari 2024. Kuliah Umum ini menghadirkan Narasumber yang ahli dalam bidang media pembelajaran yaitu Bapak Jamaluddin Shiddiq, M.Pd, Dosen PBA IAIN Ponorogo, juga dihadiri oleh Bapak Dr. Mustolikh Khabibul Umam, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Kaprodi PBA dan moderator Bapak Khaerul Anwar, S.Pd., M.Pd Dosen Prodi PBA. Kuliah umum ini diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi PBA dan Prodi lain STAI Yogyakarta mulai dari semester bawah hingga semester atas.

Khaerul Anwar, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator menyampaikan pesatnya perkembangan teknologi digital dan akses internet, melahirkan inovasi dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, hal ini menjadi sebuah tantangan dan keharusan bagi seorang pengajar untuk membuat sebuah terobosan baru atau inovasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, dengan perkembangan media digital saat ini menjadi sebuah wadah untuk mengasah kompetensi mahasiswa dalam dunia pendidikan yang berbasis media digital.

Dr. Mustholikh Khabibul Umam, M.Pd.I menyampaikan keynote speech dalam acara kuliah umum, bahwa dengan adanya kuliah umum yang bertemakan Inovasi media pembelajaran Bahasa Arab interaktif, mahasiswa diharapkan mampu menyerap ilmu dari pemateri, mampu menggunakan media kekinian sebagai media dalam proses belajar dan mengajar bahasa Arab, selain itu dengan adanya inovasi media pembelajaran bahasa arab ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi judul karya ilmiah (skripsi) yang akan menjadi penelitian menarik oleh mahasiswa.

Jamaluddin Shiddiq, M.Pd.I, sebagi narasumber menyampaikan pentingnya melek dalam dunia revolusi industri 5.0. yang merupakan perkembangan dari 4.0 dengan hadirnya media digital di era sekarang ini dapat membantu dan meringankan manusia dalam bekerja, bukan menggantikan peran manusia, tetapi hanya sebatas melayani manusia dalam suatu bidang.

Ia juga mengatakan bahwa di era teknologi sekarang pentingnya penguasaan media digital dalam dunia pendidikan, jika tidak mengikuti perkembangan dunia digital ini maka pendidikan di Indonesia akan semakin tertinggal, karen perkembangan dunia digital sangat cepat. Berkah covid 19 melahirkan inovasi dalam berbagai bidang khususnya bidang pendidikan, dimana semua pembelajaran berbasis daring menggunakan media digital seperti zoom meeting, google meet, google form, WA Group, dan sebagainya. Bahkan pembelajaran menggunakan media digital masih tetap digunakan hingga sekarang.

Guru, dosen dan pengajar lainnya dituntut untuk melek teknologi, membuat inovasi-inovasi dalam dunia pendidikan, menciptakan proses pembelajaran menjadi lebih menarik khususnya pembelajaran bahasa arab.

Jamaluddin Shiddiq, menjelaskan ada beberapa pilihan media interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa arab, dilihat dari segi media sosial seperti: Instagram, Tiktok, WhatsApp, Youtube, Facebook, Telegram, dan sebagainya. Dilihat dari segi Aplikasi digital ada Google Classroom, Duolingo, Educandy, Mondly, Baamboozie, Memrize dan lain-lain, dari segi Game Digital ada Google Form, Kahoot, Wordwall, Quizizz, Genially, Wizer.me, Quizlet dll., ada juga yang berbasis video pembelajaran seperti Youtube, Canva, Capcut, Plotagon, Kinemaster, Powtoon, Youcut, dan lain-lain.

Ia mengatakan semua media tersebut dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa arab, bahkan dari beberapa media digital sudah dilengkapi dengan template sehingga memudahkan guru, dosen ataupun mahasiswa dalam membuat inovasi pembelajaran. Ia juga memberikan beberapa contoh media pembelajaran yang sudah dibuat olehnya bebasis web, di dalamnya memuat materi pembelajaran bahasa arab, yang dikombinasikan menggunakan video, quis/game dll.  

Mengapa harus menggunakan media ? Jamaluddin Shiddiq menjelaskan, jika siswa hanya membaca maka kemampuan yang diingat hanya 10%, jika siswa mendengarkan makan yang diingat sekitar 20%, jika mereka melihat video/film, melihat demonstrasi maka yang diingat tidak lebih 30%, jika mereka terlibat dalam diskusi maka kemampuan ingatan mereka hingga 50%, ketika mereka presentasi maka daya ingat mereka mencapai 70%, apabila mereka bermain peran, melakukan simulasi dan action langsung maka daya ingat merak mencapai hingga 90%. Artinya semakin banyak mereka praktek langsung maka semakin kuat daya ingat mereka, karena mereka sendiri yang melakukan.

Setelah pemaparan dari narasumber, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan mahasiswa PBA Stai Yogyakarta, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri seperti apakah boleh menggunakan media digital IA untuk membuat sebuah makalah atau tugas akhir?, bagaimana cara memastikan siswa mengerjakan soal dalam bentuk media digital yang diberikan guru? Apakah setiap media digital ada templatenya? Dari beberapa pertanyaan tersebut, narasumber menjawab satu persatu sehingga acara kuliah umum ini menjadi hangat dan hidup karena adanya tanya jawab atau diskusi.

Setelah acara sesi tanya jawab selesai, moderator menyampaikan terima kasih kepada narasumber Bapak Jamaluddin Shiddiq atas materinya dan semoga materinya bermanfaat bagi kalangan akademisi STAI Yogyakarta, khususnya bagi mahasiswa PBA yang sedang mengerjakan skripsi ataupun yang sudah mengajar. Sebelum acara ditutup, peserta diminta on camera dan foto bersama. (Awr)