Stimulasi Kewirausahaan Digital bagi Milenial, STAI Yogyakarta dan Satgas GKMNU Gunungkidul Selenggarakan TOT Penguatan Peran IPNU-IPPNU Batch 2 Zona Selatan

Dalam upaya mempersembahkan pengabdian kepada masyarakat, Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) berkolaborasi dengan Satuan Tugas (Satgas) GKMNU (Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama) menyelenggarakan penguatan skill kewirausahaan era digital bagi pelajar NU di Kabupaten Gunungkidul batch 2 untuk zona selatan pada Selasa (26/12/2023) di Laboratorium Microteaching STAI Yogyakarta.

Kegiatan Trainning of Trainner (ToT) batch 2 bertujuan untuk melahirkan pelatih handal kewirausahaan digital yang akan terjun di berbagai titik se-Kabupaten Gunungkidul. Peserta ToT diproyeksikan untuk menjadi trainner dalam program kewirausahaan digital. Peserta diharapkan dapat mengimbaskan kewirausahaan digital kepada sebaya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan praktisi wirausaha digital, Dyah Susilowati menyampaikan materi mengenai praktik wirausaha digital. Sebagai praktisi technopreuner, Dyah membawahi 27 toko online dengan omset fantastis. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari praktisi wirausaha digital, Imron Rosidi, S.Pd.I. Imron memaparkan strategi wirausaha digital di facebook dan market place. Imron membagikan kiat mendapatkan orderan dengan zero follower. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang kewirausahaan digital yang disampaikan oleh
Agus Suprianto, M.Si.

Hudan Mudaris, SEI, M.SI selaku ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STAI Yogyakarta memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi calon trainner yang akan menjadi fasilitator pelatihan kewirausahaan digital bagi milenial. Kewirausahaan berbasis digital bagi milenial diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas pelajar NU di Gunungkidul.

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta kader IPNU dan 20 peserta kader IPPNU zona selatan meliputi Kapanewon Playen, Semanu, Girisubo, Rongkop, Tepus, Saptosari, dan Ponjong. Selain mendapatkan materi mengenai teknik fasilitasi dan wirausaha digital, peserta juga mendapatkan enam materi pokok terkait urgensi jiwa enterpreuner bagi pelajar NU, produk dan jasa usaha, keterampilan digital, pendirian usaha dan profil usaha, rencana strategi pemasaran, serta pemantauan dan support terhadap wirausaha pelajar. Out put kegiatan ini adalah Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa time line penguatan skill kewirausahaan di 18 titik di Kabupaten Gunungkidul yang akan diselenggarakan pada bulan Januari tahun 2024.