Wujudkan Keluarga Maslahah ; STAI Yogyakarta dan GKMNU Selenggarakan Penguatan Kapasitas Kader NU

(Wonosari, 23/12) – Sebagai wujud Pengabdian Kepada Masyarakat, STAI Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Kewirausahaan di Era Digital Bagi Pelajar NU di Kabupaten Gunungkidul pada Sabtu (23/12/2023). Kegiatan didukung oleh Kementerian Agama RI dan dilaksanakan bersama Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Kabupaten Gunungkidul, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Gunungkidul, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Gunungkidul.

Dalam sambutan pembukaan, H. Harsono, S. Ag., M.Si mewakili PC NU Kabupaten Gunungkidul berharap semoga kegiatan yang diselenggarakan bersama Gerakan Keluarga Maslahat Nadhlatul Ulama (GKMNU) memberikan manfaat dan maslahah bagi masyarakat. “pertama, saya sangat merasakan vibrasi positif, karena saya berada di lingkungan kampus di mana pengembangan kapasitas intelektual selalu diasah. Kedua, saya merasa bahagia kerena di tengah kaum muda yang penuh semangat. Ketiga, saya berada dalam ekosistem muamalah. Atas nama PCNU, kami menyambut baik, mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada STAI Yogyakarta dan GKMNU yang menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membangun frekuensi yang sama untuk mengembangkan jaringan kewirausahaan digital di Gunungkidul.  Lebih lanjut, Harsono berharap bahwa kegiatan ini dapat berimbas ke berbagai jaringan kerja.

Dalam sambutannya, Diyah Mintarsih, S.Pd.I, M.Pd selaku Ketua STAI Yogyakarta mengucapkan terimakasih atas silaturahmi dalam rangka sinergi untuk kewirausahaan digital. “Kampus ini adalah kampus Gunungkidul pertama di bawah NU yang berkesempatan membangkitkan kebersamaan untuk perekonomian umat. STAI Yogyakarta siap bersinergi dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” papar Diyah.  Kegiatan peningkatan skill kewirausahaan berbasis digital bagi pelajar NU dengan pelibatan seluruh stakeholder dan masyarakat luas ini melibatkan segenap unsur organisasi antara lain IPPNU, IPNU, Fatayat, Ansor. Kegiatan juga dihadiri oleh unsur akademisi STAI Yogyakarta yang sekaligus sebagai fasilitator penyusunan kurikulum kewirausahaan antara lain Hudan Mudaris, Umi Musaropah, dan beberapa dosen lainnya.

Workshop dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dengan tema “Membangun Jiwa Enterpreneur dalam Kurikulum Diklat Kewirausahaan di Era Digital” dibawakan oleh Ketua SATGAS GKMNU Kabupaten Gunungkidul, Abul Khosim Asy-Syafek, Pada sesi kedua, materi dan diskusi disampaikan oleh Agus Suprianto, dosen STAI Yogyakarta dengan materi “Pendirian, Pengelolaan, dan Pengembangan Usaha serta Etika Bisnis dalam Kurikulum Diklat Kewirausaahaan bagi Milenial.” Out put dari kegiatan ini adalah materi kewirausahaan digital yang aplikatif bagi kaum milenial.

Umi Musaropah sebagai fasilitator workshop diakhir kegiatan memandu kesimpulan dari peserta bahwa ada 6 (enam) materi penting yang dibutuhkan bagi pelajar NU dalam pelatihan kewirausahaan di era digital, antara lain yaitu : pertama, materi tentang urgensitas jiwa entrepreneur bagi pelajar NU, meliputi pemberian pemahaman tentang sejarah dan fase-fase dunia digital, membangun jiwa dan sikap entrepreneurship, arti pentingnya entrepreneurship bagi pelajar, peluang-peluang usaha bagi pelajar, dan cara berwirausaha secara etis baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kedua, materi tentang produk dan jasa usaha dalam berwirausaha. Ketiga, materi tentang keterampilan digital dalam berwirausaha, meliputi aplikasi pembuatan wirausaha bagi pelajar dan membangun jaringan digital dalam berwirausaha. Keempat, materi tentang cara pendirian usaha, cara pembuatan profil usaha dan mekanisme pengelolaan usaha. Kelima, materi tentang rencana dan strategi pemasaran dalam berwirausaha. Dan terakhir keempat, materi tentang pemantauan dan support terhadap wirausaha pelajar berbasis focus goal selling.

Hudan Mudaris diakhir kegiatan menyampaikan untuk 6 (enam) materi kurikulum tersebut, akan dilakukan dilakukan TOT bagi kader-kader NU pada pekan depan, karena awal tahun depan akan diterapkan ke IPNU-IPPNU di masing-masing Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Sementara Laily Fauziah sebagai Ketua Fatayat NU Gunungkidul yang turut hadir dalam kegiatan workshop, menyampaikan harapan diakhir program dapat dilakukan Expo Bersama untuk menunjukkan produk unggulan atau potensi-potensi produk lain dari masing-masing Kapanewon. (Lathf)