Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

(Wonosari, 16/12) – Program Studi Ekonomi Syariah (ES) Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) menyelenggarakan Seminar Online melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 16 Desember 2023. Seminar mengangkat tema “Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” dan menghadirkan Narasumber Roy Renwarin, CWP., CWS selaku Strategic Development Director Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia, Dr. H. Muhammad Fikri, MA selaku Dosen UIN Mataram NTB, dan Januariansyah Arfaizar, S.H.I., M.E. selaku Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAI Yogyakarta. Bertindak sebagai Keynote Speaker Navirta Ayu, S.E.I.,M.E selaku Kaprodi Ekonomi Syariah STAI Yogyakarta dan Moderator Syahril Ramadan.

Ketiga narasumber memaparkan materi mengenai kesadaran masyarakat tentang manfaat wakaf, proses wakaf masih dianggap rumit dan berbelit-belit oleh masyarakat, sehingga membuat masyarakat enggan untuk mewakafkan hartanya, produk-produk wakaf yang belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan peran pemerintah atau lembaga-lembaga wakaf yang belum optimal.

Kegiatan seminar mengungkap mengenai perbedaan wakaf tunai dan wakaf uang, seperti mewakafkan uang 100.000,- untuk masjid. Wakaf tunai dan wakaf uang adalah dua jenis wakaf yang sama. Keduanya sama-sama merupakan wakaf yang dilakukan dengan mewakafkan harta berupa uang. Perbedaannya terletak pada bentuk uang yang diwakafkan. Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan dengan mewakafkan uang tunai. Uang tunai ini harus sudah ada dan berada dalam penguasaan wakif. Wakaf tunai dapat langsung digunakan untuk tujuan wakaf, misalnya untuk membangun atau merenovasi masjid. Sementara wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan dengan mewakafkan uang yang masih berupa surat berharga, seperti deposito, obligasi, atau saham. Uang yang diwakafkan ini harus sudah disetorkan ke lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh wakif. Lembaga keuangan syariah tersebut kemudian akan mengelola uang wakaf tersebut sesuai dengan peruntukkannya.

Dikupas pula dalam seminar tentang peranan wakaf dalam meminimalisir kemiskinan desa. Ada beberapa solusi untuk meminimalisir kemiskinan di desa dengan wakaf yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat wakaf, penyederhanaan proses wakaf, pengembangan produk-produk wakaf yang inovatif, dan peningkatan peran pemerintah dan lembaga-lembaga wakaf. Kemudian cara agar masyarakat mampu untuk sama-sama memberikan wakafnya adalah menjelaskan manfaat wakaf secara sederhana dan mudah dipahami, menawarkan produk-produk wakaf yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan membuat wakaf menjadi lebih mudah.

Wakaf sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah dengan menjadikan sebagai instrumen yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Wakaf dapat digunakan untuk membangun usaha produktif, memberikan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, atau pendampingan usaha kepada masyarakat. Upaya mewujudkan wakaf sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat wakaf, menyederhanakan proses wakaf, mengembangkan produk-produk wakaf yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan meningkatkan peran pemerintah dan lembaga-lembaga wakaf dalam gerakan wakaf sebagai basis Gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Usai pemaparan materi dari ketiga narasumber, Moderator Syahril Ramadan mengajak para partisipan seminar online di aplikasi zoom metting untuk mengajukan pertanyaan tanya jawab atas materi yang disampaikan para narasumber. Setelah beberapa peserta mengajukan pertanyaan dan memperoleh tanggapan dari para narasumber, acara ditutup dengan ucapan alhamdulillah dan ucapan terima kasih kepada ketiga narasumber dan semua partisipan seminar online. Selanjutnya seluruh partisipan diminta on camera untuk melakukan foto bersama. (Ctra)