Prodi Hukum Keluarga Gelar Peradilan Semu Bagi Mahasiswa

(Wonosari, 10/12) – Program Studi Hukum Keluarga Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) menyelenggarakan peradilan semu bagi mahasiswa dengan tema “Mencetak Praktisi Hukum Yang Berkualitas” pada hari Ahad, 10 Desember 2023 di Ruang Sidang Semu Lt.2 Gedung Drs. KH. Asyhari Marzuqi Kampus STAI Yogyakarta. Peradilan semu diperankan oleh mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Semester VII dengan melibatkan mahasiswa pecinta peradilan semu. Peradilan semu mempraktekkan simulasi dua sistem peradilan sekaligus yaitu sistem peradilan pidana di Pengadilan Negeri dan peradilan perdata yang berlangsung di Pengadilan Agama.

Sistem peradilan pidana di Pengadilan Negeri, mensimulasikan tindak pidana pencurian sepeda motor sebagaimana diatur dalam Pasal 362 KUHP. Majelis hakim diperankan 3 mahasiswa dengan posisi sebagai 1 hakim ketua dan 2 hakim anggota, Panitera Pengganti diperankan 1 mahasiswa, Jaksa Penuntut Umum diperankan 2 mahasiswa, Penasihat Hukum diperankan 2 mahasiswa, Terdakwa pelaku pencurian diperankan 1 mahasiswa, Petugas tahanan diperankan 1 mahasiswa, dan saksi diperankan 2 mahasiswa baik sebagai saksi korban maupun saksi fakta perkara pencurian. Proses alur persidangan pidana dipimpin langsung oleh mahasiswa Sdr. Irawan Saputra yang bertindak sebagai Hakim Ketua.

Sementara peradilan perdata di Pengadilan Agama, mensimulasikan perkara permohonan ijin poligami atau kehendak bagi suami untuk menikah dengan calon Istri Kedua. Majelis hakim diperankan 3 mahasiswa dengan posisi sebagai 1 hakim ketua dan 2 hakim anggota, Panitera Pengganti diperankan 1 mahasiswa, Kuasa Hukum Pemohon (Suami) diperankan 2 mahasiswa, Kuasa Hukum Termohon (Istri) diperankan 2 mahasiswa, dan saksi diperankan 2 mahasiswa yang diajukan Kuasa Hukum Pemohon, sementara Kuasa Hukum Termohon tidak mengajukan saksi. Proses alur persidangan perdata ijin poligami dipimpin langsung oleh mahasiswa Sdr. Sumaryono yang bertindak sebagai Hakim Ketua.

Listiana Yusti Vantika salah satu peserta sidang semu menyampaikan sangat senang dan puas dengan kegiatan peradilan semu, dikarenakan mahasiswa langsung bisa praktek dengan berbagai peran dalam persidangan atas satu kasus yang menjadi materi persidangan pidana dan perdata. Selama ini mahasiswa dalam perkuliahan hanya mendapat teori saja dan sekarang menjadi paham dengan langsung praktek peradilan semu. Apalagi semua aktor peradilan semua menggunakan atribut persidangan sebagaimana layaknya persidangan di pengadilan yaitu memakai toga hakim PN, toga hakim PA, toga jaksa, toga advokat, jas panitera dan atribut persidangan lainnya. Kemudian peradilan semu menggunakan ruang sidang semu dengan desain denah meja persidangan persis sebagaimana ruang sidang di pengadilan. Kebetulan ruang semu ini baru dan persidangan semu kali ini merupakan kegiatan pertama setelah adanya ruang sidang semu yang permanen, karena biasanya persidangan semu menggunakan ruang kuliah yang didesain sementara atau pasang-bongkar dalam rangka untuk kegiatan persidangan semu.

Kharis Mudakir, SHI., MHI sebagai Dosen pembimbing peradilan semu menyatakan bersyukur karena kegiatan peradilan semu dapat terlaksana sesuai target dan diikuti seluruh mahasiswa Semester VII dan mahasiswa pecinta peradilan semu. Pengalaman praktik seperti ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu mahasiswa, karena mahasiswa dapat berpraktek sidang secara langsung, mahasiswa dapat menggunakan ruang sidang semu yang baru dan mahasiswa dapat mengenakan baju atribut persidangan. Kegiatan kali ini merupakan bagian kegiatan Praktek Peradilan yang dilakukan sebelumnya selama 1,5 bulan di Pengadilan Negeri Wonosari dan Pengadilan Agama Wonosari.

Ihyak, SHI., MHI sebagai Kaprodi Hukum Keluarga STAI Yogyakarta, merasa lega karena proses pembuatan ruang sidang semu dapat dikejar untuk kegiatan peradilan semu tahun ini. Terima kasih kepada Ketua STAI Yogyakarta, Pimpinan, Dosen Mahasiswa dan seluruh pihak yang telah membantu impian kampus STAI Yogyakarta untuk memiliki ruang sidang semu sebagaimana layaknya ruang sidang di pengadilan. Selanjutnya dalam waktu dekat, Prodi Hukum Keluarga STAI Yogyakarta akan menggelar lomba sidang semu (moot court) berskala nasional yang akan diikuti delegasi dari berbagai kampus di wilayah Indonesia. 

Terpisah, Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd sebagai Ketua STAI Yogyakarta yang sedang mendampingi kegiatan benchmarking di kampus UNISNU Temanggung dan dilanjutkan  Rapat Kerja Dosen Prodi PAI, PBA, PGMI di Kawasan Dieng Wonosobo, saat dihubungi tim redaksi www.staiyogyakarta.ac.id menyampaikan selamat atas kegiatan Peradian Semu yang dilaksanakan oleh Prodi Hukum Keluarga. Syukur tahun ini kampus STAI Yogyakarta dapat memfasilitasi mahasiswa untuk melaksanakan peradilan semu dengan ruang yang eksklusif sebagaimana ruang sidang di instansi Pengadilan. Semoga ini dapat meningkatkan prestasi bagi kampus STAI Yogyakarta, khususnya bagi Prodi Hukum Keluarga dan mahasiswanya. (Krs)