BNSP Dukung STAI Yogyakarta Memiliki Lulusan Yang Kompeten

(Wonosari, 2/12) – Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Urgensi Sertifikasi Kompetensi Bagi Lulusan Sarjana” pada hari Sabtu, 2 Desember 2023 di Aula Lt.2 Gedung Drs. Mardiyo, M.Si Kampus STAI Yogyakarta. Seminar Nasional menghadirkan Narasumber Dr. K.H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., MM selaku Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI) dan Moderator Hudan Mudaris, SEI., MSI selaku Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Seminar Nasional diikuti Dosen dan Mahasiswa STAI Yogyakarta dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Hukum Keluarga (HK) dan Ekonomi Syariah (ES).

Seminar Nasional dibuka langsung oleh Ketua STAI Yogyakarta Ibu Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd. Disampaikan selamat datang dan terima kasih kepada BNSP yang luar biasa atas kesediaan berkenan hadir di kampus STAI Yogyakarta di Wonosari Gunungkidul. Kampus STAI Yogyakarta dalam era modern perkembangan zaman, dituntut memiliki lulusan yang ahli dan bersertifikasi kompeten yang mampu memiliki daya bersaing dalam masa industri 4.0 dan masa society 5.0. Skill lulusan bagi perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi di masyarakat dan bukan menjadi beban pengangguran bangsa. Diketahui bahwa daya tampung PNS / ASN di negeri ini sangat terbatas, potensi sebagai pendidik, tidak harus di institusi pemerintah tetapi institusi pendidikan swasta lebih banyak peluang dan lebih banyak membutuhkan kreatifitas dari lulusan perguruan tinggi. Lowongan kerja sebagai hakim, jaksa, panitera dan bagian hukum di instansi pemerintah memang terbatas, tetapi peluang menjadi praktisi hukum lawyer, mediator, auditor hukum, drafter dokumen dan hukum konsultan hukum sangat terbuka dengan kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi. Peluang sarjana ekonomi bekerja di instansi pemerintah dan bank-bank pemerintah memang terbatas, tetapi peluang bekerja di bank-bank swasta, di lembaga keuangan non bank (koperasi / koperasi syariah), dan bekerja sebagai wirausaha – bisnisman sangat terbuka dengan skill kompeten yang dimiliki lulusan perguruan tinggi.

 Muhammad Nur Hayid sebagai komisioner BNSP dalam seminar nasional menyampaikan materi tentang “Peran LSP Perguruan Tinggi Di Tengah Tranformasi Ketenagakerjaan.” Dijelaskan bahwa isu strategis bagi bangsa Indonesia, saat ini adalah Bonus Demografi, Masyarat Ekonomi Asean (MEA), Industri 4.0 dan Society 5.0. Sehingga akan berdampak pada otomatisasi dan masa depan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mendukung keahlian diberbagai bidang, dibutuhkan upaya seperti investasi berkelanjutan, model pelatihan baru berbasis kompetensi, program untuk memudahkan transisi pekerja, dukungan dalam hal pendapatan, dan kolaborasi antara sektor publik dan sektor swasta.

Dalam program pembangunan 2020-2024, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas. Pembangunan yang dimaksud adalah membangun sumber daya manusia yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengundang talenta-talenta global untuk ikut bekerja bersama. Optimalisasi kerja sama dengan industri menjadi penting dan penggunaan teknologi untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh pelosok negeri. Yang demikian dibutuhkan kompetensi kerja yaitu kemampuan setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Peran dan fungsi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada Perguruan Tinggi adalah penjaminan mutu pelaksanaan pendidikan dan melaksanakan penelusuran alumni. Tujuh strategi penjaminan mutu LSP pada Perguruan Tinggi yaitu a). sistem manajeman LSP yang handal; b). SDM LSP yang kompeten; c). pengembangan skema sertifikasi berdasarkan profil lulusan; d). Tempat uji kompetensi menerapkan good practice; e). asesor kompetensi LSP memiliki kompetensi teknis sesuai skema sertifikasi dan libatkan asesor kompetensi dari industri; f). instrumen asesmen yang berkualitas; g). asesmen mandiri dibagikan ke mahasiswa dan dosen sejak awal perkuliahan.

Selain bicara tentang kompetensi lulusan dan urgensi LSP bagi perguruan tinggi STAI Yogyakarta, disampaikan banyak hal tentang trik dan motivasi kerja bagi lulusan perguruan tinggi berbasis keagamaan. Sarjana masa kini harus merubah mindset dan berpikir out of the box, sarjana masa kini harus bisa berbahasa asing. Bahasa asing itu tidak mudah, tetapi juga tidak sulit, butuh dibiasakan dan dilatih. Silahkan latih diri anda, 1 hari 1 jam atau 1 hari 2 jam untuk membaca, mendengarkan dan memahami teks-teks asing. Bagi anda yang menguasai bahasa asing, Insya Allah rezeki yang akan mencari anda dan bukan anda yang mencari rezeki.

Usai penyampaian materi, acara dilanjutkan sesi tanya jawab dari peserta seminar. Banyak peserta yang aktusias dengan menyampaikan pertanyaan kepada narasumber. Tetapi karena waktu sudah cukup sore, sessi tanya jawab dibatasi 3 penanya dan selebihnya bisa menyampaikan pertanyaan lewat panitia untuk nanti dijawab narasumber. Setelah sessi tanya jawab, acara dilanjutkan penyerahan doorprize kepada beberapa peserta yang aktif. Selanjutnya kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber BNSP dan foto bersama peserta dengan narasumber. (Hdn)