Ziarah Kubur di Muassis STAI Yogyakarta dan Ki Ageng Giring III

(Wonosari, 22/10) – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-51 STAI Yogyakarta diantaranya Ziarah kubur. Ziarah kubur dipimpin oleh K. Ali Muhtar, S.Pd.I selaku Ketua Pondok Pesantren An-Nur Srimpi, Karangmojo, yang sekaligus alumni STAI Yogyakarta tahun 2008. Ziarah kubur difokuskan di makam Trimulyo 1 – Kepek untuk kirim do’a kepada Muassis dan Pejuang STAI Yogyakarta dan makam Ki Ageng Giring III yang berlokasi di Sodo Paliyan Gunungkidul.

Muassis dan Pejuang STAI Yogyakarta diantaranya Alm. R. KH. Soewardiyono, BA, Alm. KH. Sholeh M, H. Tugiran, Alm. H. Suharto, Drs. H. Edi Zainuri, MSI, Drs. KH. Ahmad Rodli, M.SI dan lainnya. Khusus Alm. R. KH. Soewardiyono, BA merupakan tokoh pendiri STAI Yogyakarta dan namanya diabadikan menjadi nama Gedung Auditorium R. K.H. Soewardiyono, BA yang gedung ini biasa dipakai acara wisuda dan pertemuan lainnya. Sejarah dan perkembangan Lembaga Pendidikan Ma’arif dan Nadlatul Ulama di D.I.Yogyakarta, khususnya di Gunungkidul, tidak bisa ditinggalkan dengan nama sejarah perjuangan dari R. KH. Soewardiyono, BA. Beliau R. KH. Soewardiyono, BA lahir pada hari Minggu Wage tanggal 1 Oktober 1932 dan meninggal di Gunungkidul pada hari Rabu Pon tanggal 20 Oktober 1999. Sejarah mencatat Yayasan Ma’arif Nadlatul Ulama D.I.Yogyakarta, mulai tahun 1970-1999 tertulis Nama R. KH. Soewardiyono, BA sebagai Wakil Ketua (1976-1978), sebagai Ketua (1978-1980) dan diperpanjang sebagai Ketua (1980-1984).

Sementara Ki Ageng Giring III merupakan tokoh yang bersejarah dalam Mataram Islam di Gunungkidul (baca: ) dan nama beliau menjadi nama Jalan yang menjadi alamat lokasi kampus STAI Yogyakarta yaitu di Jl. Ki Ageng Giring Bansari Kepek Wonosari Gunungkidul. Serta nama beliau, satu tahun lalu diabadikan menjadi nama Masjid Ki Ageng Giring Kampus STAI Yogyakarta, sebagaimana Surat Keputusan Ketua STAI Yogyakarta No. 139 Tahun 2021 tentang Nama Masjid Kampus STAI Yogyakarta tertanggal 22 Oktober 2021.

Ki Ageng Giring (mengacu pada Ki Ageng Giring III) adalah salah seorang keturunan Prabu Brawijaya IV dari Retna Mundri, yang hidup dan menetap pada abad XVI di Desa Sodo Giring, Kecamatan Paliyan. Desa Sodo terletak sekitar 6 km arah barat daya kota Wonosari. Beliau adalah sesepuh Trah Mataram yang sangat dihormati. Perlu diketahui, gelar Ki Ageng adalah gelar seseorang tokoh pada waktu sudah purna tugas kenegaraan, atau setelah lengser dari jabatannya. Pada masa aktif menjabat biasanya disebut ki gede. Lalu setelah sepuh, jabatan dialihterimakan kepada keturuannya dan sebagai sesepuh tokoh tersebut disebut ki ageng. Demikian pula asal nama Ki Ageng Giring (mengacu kepada Ki Ageng Giring I, II, III dan IV). Makam Ki Ageng Giring III dikelola oleh Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat karena merupakan pepunden Trah Mataram sebagai penerima wahyu kraton.

Selesai acara ziarah kubur, acara yang bersamaan dengan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober 2022 ditutup dengan makan bersama Nasi Kembulan yang diikuti mahasiswa, karyawan dan dosen STAI Yogyakarta. Dalam penutupan acara ziarah kubur, Eni Latifah selaku Ketua Panitia Harlah ke-51 menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan partisipasi seluruh mahasiswa-dosen-karyawan yang mensukseskan acara ziarah kubur, upacara hari santri, tasyakuran dan sarasehan hari ini. Semoga ini membawa barokah untuk kampus STAI Yogyakarta, mahasiswa sukses dalam akademik dan non-akademik, dosen sukses berkarier dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan kampus diminati banyak masyarakat dan yang mendaftar sebagai mahasiswa tahun depan makin pesat. (PKN)