Budaya Digital Di Era 5.0 Dalam Penerapan Merdeka Belajar

Pada hari Kamis, 15 September 2022, Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) menyampaikan materi “Budaya Digital Di Era 5.0 Dalam Penerapan Merdeka Belajar” dalam Forum Webinar melalui Zoom Meeting Gerakan Literasi Pandu Digital Indonesia 2022 sektor pendidikan dengan tema “Menjadi Generasi Cerdas dan Cakap Digital” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Pandu Digital Indonesia dan STAI Yogyakarta.

Empat komponen yang menjadi prasyarat generasi cerdas dan cakap digital di era 5.0 yaitu perlu adanya pemahaman budaya digital, perlu adanya penggerak budaya digital, perlu adanya generasi cerdas dan cermat dalam budaya digital, dan perlu adanya merdeka belajar dalam literasi digital menumbuhkan kerarifan lokal. Aspek pemahaman budaya digital yang perlu dipahami adalah perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi yang sangat dinamis dan signifikan, budaya Informasi dan Komuniasi dipandang sebagai proses yang terbuka dan dinamis pada komunikasi – informasi interaktif, kemampuan literasi informasi yaitu menemukan informasi – menggunakan Informasi – mencari dan memanfaatkan informasi secara efektif dan efisien.

Sementara generasi cerdas penggerak budaya literasi, perlu memahami ragam collaboration platfon agar mudah berbagi data dan informasi dengan cepat karena literasi informasi tidak terlepas dari teknologi digital. Oleh karenanya generasi cerdas penggerak budaya literasi perlu skill seperti Whatshap, Line, Skype, Slack, Zoom, Fuze, dan sebagainya demi komunikasi yang cepat dan real.

Kemudian colaboration platfrom dan literasi informasi, menuntut teknologi digital berkembang dalam bentuk berbudaya berjejaring, kolaboratif dan Partisipatory. Collaboration platform memungkinkan sharing dokumen, atau file seperti Google Drive, DropBox, Sharepoint, Box, Youtube, dan sebagainya. Artifical Intelligent (AI) menemukan momentum dalam suppoting data-enabeling technologies, digital transformation, komputer power. Generasi cerdas dan cermat dalam budaya digital, harus didukung transformasi digital pada bidang industri demi loncatan perubahan revolusi industri 4.0, adanya teknologi utama seperti the Industrial internet of things dan CPS, additive production, big data, AI, Collaborative robot dan VR, serta upaya pengembangan industry 5.0. Karena perubahan yang diinginkan pada Society 5.0 melalui transformasi digital adalah pengetahuan dan informasi yang menghubungkan seluruh manusia dengan lainnya, ragam hambatan masalah isu-isu sosial yang akan terselesaikan dan membebaskan manusia dari ragam jenis hambatan, manusia melakukan pekerjaan yang banyak dapat teratasi dengan penggunaan robot dan automatic driving cars, perkembangan informasi digital membebaskan manusia dari pekerjaan yang berat.

Selain Diyah, kegiatan gerakan literasi pandu digital Indonesia menghadirkan narasumber yaitu Rosid Efendi dari Pandu Digital Indonesia Badge Merah dan Andika Renda Pribadi dari Pandu Digital Indonesia & Head of Community Pena Enterprise. Rosid menyampaikan tentang urgensi etika dalam berpendapat, berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital dan keterampilan kecerdasan emosional (emotional intelligence), serta contoh real yang digunakan dalam lingkup pendidikan dengan memaksimalkan literasi digital – Etika Digital. Sementara Andika menyampaikan  seputar urgensi keamanan digital, mengakses media digital yang aman, perlindungan data pribadi atas tindakan kejahatan digital, dan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) saat mengakses ataupun menerima informasi serta contoh real yang digunakan dalam lingkup pendidikan dengan memaksimalkan literasi digital – keamanan digital.

Kegiatan gerakan literasi pandu digital Indonesia, dilakukan dalam rangka mengambil peran dan ikut serta dalam rangka pemerataan masyarakat Indonesia #MakinCakapDigital sesuai dengan peta jalan Literasi Digital Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia hingga tahun 2024. Kegiatan ini bersifat pemberdayaan masyarakat dengan target sebesar ± 500.000 orang, meliputi seluruh lapisan civitas akademika, baik dosen, mahasiswa, hingga para staf perguruan tinggi.  Literasi digital merupakan salah satu kecakapan yang perlu dimiliki oleh setiap masyarakat khususnya civitas akademika untuk dapat memanfaatkan kesempatan atau peluang baru yang diakibatkan oleh technology shifts saat ini. Kecakapan literasi digital yang baik juga diharapkan dapat menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang beretika, berbudaya dan aman dalam penggunaan dan pemanfaatan berbagai aplikasi, layanan dan media berbasis internet.

Kegiatan mempunyai maksud yaitu menyelenggarakan webinar terkait “Menjadi Generasi Cerdas dan Cakap Digital” agar civitas akademika dapat memaksimalkan literasi digital sebagai penunjang peningkatan kompetensi digital dan peningkatan pendidikan yang berkualitas. Dengan bertujian agar civitas akademika memiliki softskill dengan memahami literasi digital dan dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada di dunia digital khususnya untuk peningkatan pendidikan yang bermutu.