Pelatihan Kompetensi Bidang Kewirausahaan Industri

Wonosari, (10-11/09) – Hari Sabtu-Ahad, 10-11 September 2022, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAI Yogyakarta) melaksanakan Pelatihan Kompetensi Bidang Kewirausahaan Industri di Aula Lt. 2 Gedung Drs. KH. Mardiyo, M.Si Kampus STAI Yogyakarta. Pelatihan diikuti oleh 100 peserta dari dosen dan mahasiswa. Pelatihan ini menggunakan kurikulum khusus dengan 12 materi yang telah ditetapkan dan peserta dituntut aktif minimal 95 % kehadiran. Sertifikat pelatihan ini menjadi syarat untuk mengikuti Uji Kompetensi Bidang Kewirausahaan Industri, pada hari Sabtu, 17 September 2022 yang akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Talenta Wirausaha Nusantara.

Acara pelatihan dibuka langsung oleh Plh. Ketua STAI Yogyakarta Hudan Mudaris, SEI., MSI didampingi Ketua LPPM STAI Yogyakarta Dr. Ulin Nuha, S.Pd.I., M.Pd.I. Pelatihan menghadirkan trainer yaitu Drs. KH. Heri Kuswanto, M.Si (Pesantren Entrepenenur Inspiratif – ISC Aswaja Lintang Songo), Ana Dwi Wahyuni, M.Pd.I (Owner Agha Traver / Dosen) dan Agus Suprianto, MSI (Pembantu Ketua I STAI Yogyakarta / Legalpreneur Firma Hukum TNC & FRIENDS).

Hudan Mudaris dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampus STAI Yogyakarta sangat bersyukur karena mendapat beasiswa quota 100 peserta untuk Uji Kompetensi Bidang Kewirausahaan Industri ini. Meski prasyaratnya harus melaksanakan Pelatihan Kompetensi Bidang Kewirausahaan Industri dengan kurikulum yang telah ditetapkan dan menggunakan biaya secara mandiri. Logikanya apabila mengikuti Uji kompetensi secara mandiri, umumnya mengeluarkan biaya setiap peserta Rp 750.000,- dan bila dikalikan 100 peserta adalah Rp 75.000.000,-. Sehingga ini patut disyukuri dan kami minta kepada semua peserta harus betul-betul memanfaatkan dengan mengikuti secara aktif kegiatan ini.

Sementara Ulin Nuha dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan modal bagi peserta untuk dinyatakan kompeten – ahli – professional dibidang kewirausahaan industri yang diakui secara nasional dan dunia internasional. Sebagian besar lulusan perguruan tinggi banyak yang menginginkan menjadi PNS, tetapi faktanya formasi ASN/PNS hanya sangat kecil dan itupun direbutkan banyak orang. Sehingga terobosan menjadi wirausahawan (sektor swasta) adalah sangat tepat, apalagi bila ingin menjadi “manusia yang karya dan berjiwa dermawan”, maka menjadi wirausahawan adalah pilihan yang tepat dan harus ditempuh. Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, keahlian anda – profesional anda – kompetensi anda menjadi diakui secara nasional dan internasional. Professional dan berbakat, tetapi tidak memiliki sertifikat kompetensi akan tersisihkan. Tetapi professional dan berbakat yang didukung sertifikat kompetensi akan menjadi incaran atau dilirik stakeholder lain. Professional, berbakat dan bersertifikat kompetensi akan melahirkan anda sebagai sumber daya yang berdaya saing dan mampu maju bersama untuk bersaing dengan kompetitor-kompetitor lain diluar sana.

Heri Kuswanto, dalam paparan materi menyampaikan survey pasar dan analisis harga. Pokok yang disampaikan antara lain survey pasar atas suatu produk, studi proses produksi suatu produk, survey sumber bahan baku dan bahan pembantu, dan analisis harga pulang pokok. Survey pasar  adalah kegiatan penelitian yang dilakukan di bidang pemasaran atau menurut AMA (American Marketing Association) adalah fungsi yang menghubungkan pemasar dan konsumen melalui informasi. Dicontohkan, Mie selaku laku di pasar, bagaimana tanpa penguat rasa, non pengawet? Sabun cuci baju, bagaimana harum tahan lama dan cepat kering? Riset pasar bisa dilakukan dengan : a). wawancara atau interview secara tatap muka, video call, telpon, teleconference; b). Kuisioner secara online atau email; dan c). diskusi kelompok dengan  sampel konsumen. Untuk penjualan produk yang baik, diperlukan analisis harga agar memperoleh pendapatan yang optimal. Cara menetapkan harga yaitu : a). menetapkan biaya harga plus, dengan berpedoman seluruh biaya yang digunakan; b). mark up dengan berpedoman  harga pokok pembelian; c). penetapan BEP (Break Even Point) yang berpedoman total biaya pengeluaran dan hasil yang diterima; d). analisis kompetiror yang berpedoman kesenangan konsumen  dan menguntungkan bisnis; dan e). riset permintaan pasar yang berpedoman permintaan harga dan saran konsumen.

Sementara Ana Dwi Wahyuni, dalam paparan materi menyampaikan produk dan pengadaan bahan baku. Pokok yang disampaikan antara lain penentuan jenis produk yang akan diusahakan, pengadaan mesin dan peralatan yang dibutuhkan, pengadaan bahan baku dan bahan pembantu, dan pengaturan penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik,  jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi, dan ide (keluarga berencana). Jadi, produk bisa berupa manfaat tangible maupun intangible yang dapat memuaskan pelanggan.  Konsep produk adalah terdiri 5 unsur yaitu barang,  kemasan, merk, label, pelayanan, dan jaminan garansi untuk menjamin kepuasan pelanggan. Cara penentuan jenis produk yang akan digunakan adalah produk anda harus dibutuhkan, produk anda harus berkualitas dan bagaimana menentukan untung anda. Untuk pengadaan bahan baku dan bahan pembantu, perlu memperhatikan yaitu : a). prosedur permintaan pembelian bahan baku, b). prosedur pemilihan pemasok dan penetapan harga, c). prosedur pemesanan pembelian, d). prosedur penerimaan barang, e). prosedur pencatatan hutang, dan f). prosedur pembayaran.

Kemudian Agus Suprianto, dalam paparan materi menyampaikan Pemeriksaan bahan baku dan pemasaran. Pokok yang disampaikan antara lain pemeriksaan jenis, spesifikasi dan kondisi bahan baku dan bahan pembantu berdasarkan standar yang ditetapkan, promosi produk, survey atas pedagang atau toko penjual eceran produk sejenis, dan pemasaran produk akhir. Pemeriksaan mutu bahan baku dan bahan pembantu digunakan untuk hal-hal yaitu pemeriksaan keterangan pendukung (halal), pemeriksaan fisik pada kondisi kemasan, pemeriksaan expire date, pemeriksaan secara kimia (pH, logam berat, dsb), pemeriksaan secara biologi (kapang, bakteri, serangga, dsb), dan pemeriksaan organoleptik (bau, rasa, warna, tekstur). Promosi produk dilakukan dengan tujuan yaitu promosi produk baru, untuk memikat calon pembeli, agar produk laku di pasaran, meluaskan jangkauan, berkembang teru, bertahan dari competitor, dan pelanggan sadar akan eksistensi produk. Promosi produk bisa dilakukan dengan model “Kupon Diskon untuk Pembelian Pertama”. Contoh : “Dapatkan kupon diskon 50% untuk pembelian pertamamu!” atau“Masukkan kode ini dan dapatkan diskon 50% untuk pembelian pertamamu!” kemudian pemasaran produk akhir, harus dilakukan dengan pertimbangan strategi, distribusi dan system promosi.

Ketua STAI Yogyakarta Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd saat dihubungi tim redaksi, menyampaikan bersyukur, bangga atas fasilitas dan kerjasama dari LSP Talenta Wirausaha Nusantara dalam kegiatan ini. Karena kegiatan ini menjadi bekal calon alumni yang akan diwisuda besok tanggal 24 September 2022 ataupun wisuda periode berikutnya. Dengan kegiatan sertifikasi ini, alumni STAI Yogyakarta berpeluang bekerja di sektor swasta dan memperluas lapangan kerja dalam bidang pendidikan, hukum, ekonomi. Para alumni tidak melulu mentargetkan diri menjadi PNS/ASN, menjadi guru, ataupun menjadi hakim, tetapi bisa berwirausaha bidang pendidikan luar sekolah, lembaga privat, lembaga penerjemah bahasa, sebagai advokat/jasa pelayanan hukum, menjadi drafter dokumen hukum dan menjadi pengusaha mendirikan atau bergabung di perusahaan, dan lain sebagainya.