Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Bedah Buku

(Wonosari, 11/6/2022) – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAI Yogyakarta bekerjasama dengan HMPS PGMI STAI Yogyakarta, menggelar kegiatan kreatif berupa bedah buku berjudul “Mutiara Kehidupan, Untaian Kata Menggugah Semangat Di Jiwa” karya Suratiningsih. Tujuan kegiatan ini yaitu : 1). untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan civitas  akademika STAI Yogyakarta; 2). sebagai wadah menginspirasi mahasiswa menumbuhkan budaya menulis; dan 3). sebagai bahan referensi, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar pendapat dengan baik dan memberikan kesempatan mahasiswa terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilmiah.

Bedah buku menghadirkan dua narasumber yaitu Mini GK nama pena dari Tri Darmini (Penulis novel, karya-karyanya sudah diangkat ke layar lebar). Suratiningsih, S.E, M.Pd.I (Penulis buku Mutiara Kehidupan dan Dosen STAI Yogyakarta).

Bertindak sebagai pembawa acara dalam kegiatan bedah buku yaitu Solehudin (Mahasiswa PGMI STAI Yogyakarta), dengan moderator Oktaviani Nurhidayah (Sekretaris umum HMPS PGMI) dan acara dibuka oleh Daluti Delimanugari, S.Pd.I, M.Pd.I selaku Kaprodi PGMI STAI Yogyakarta.

Daluti Delimanugari, dalam sambutanya mengatakan sangat senang dan bangga dengan adanya kegiatan bedah buku ini, semoga kegiatan ini akan selalu terselenggara di setiap tahunnya. Agar mahasiswa selalu semangat dalam melakukan hal-hal yang baik.

Putri Kurnia Rahmadani (Mahasiswa PGMI), sebagai ketua panitia sambutannya mengucapkan terimakasih atas semua dukungan pihak-pihak terkait, sehingga acara pada kesempatan kali ini dapat terselenggara dengan baik. Kegiatan ini merupakan salah satu project dari mata kuliah manajemen perpustakaan yang diampu oleh ibu Suratiningsih, S.E, M.Pd.I. Semoga kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar dan belajar.

Mini GK dalam pemaparannya menyampaikan rasa bahagia dan bangga bisa hadir ditengah-tengah mahasiswa pada pagi ini. Buku yang telah terbit diibaratkan seperti anak yang baru dilahir. Orang-orang disekitarnya bebas memberikan penilaian terhadapnya. Seorang penulis mampu melahirkan sebuah karya biasanya dilatarbelakangi dari sebuah kegalauan terhadap lingkungannya. Mereka menulis untuk menyampaikan ide dan gagasan yang ada dalam fikiran mereka. Ada hal-hal penting yang ingin disampaikan oleh seorang penulis.

Setelah membaca buku Mutiara kehidupan ini, didapatkan beberapa motivasi dalam menjalani hidup. Penulis mampu mengungkapkan harapan, cita-cita, yang penulis alami melalui untaian kata-kata yang bisa dirasakan oleh pembaca. Pada intinya tulisan ini, singkat – padat makna dan ditulis dengan penuh rasa. Dalam buku ini terdapat enam bab yang disampaikan penulis diantaranya Mutiara kehidupan, belajar, dua kota suci, cinta qur’an, cinta nabi, dan bulan mulia.

Suratiningsih, S.E, M.Pd.I narasumber kedua sebagai penulis memaparkan bahwa menulis baginya sebagai ajang untuk terapi psikologi. Menulis merupakan tempat untuk rekreasi melepas lelah.  Mengungkapkan segala sesuatu melalui tulisan pada akhirnya akan tumbuh rasa kebahagiaan. Menulis itu menyenangkan, terkadang tulisan-tulisan kita yang sederhana mampu menumbuhkan motivasi bagi pembaca. Bagi saya itu sangat menyenangkan. Apresiasi yang disampaikan pembaca setelah membaca tulisan kita, mampu menghadirkan energi positif bagi saya untuk terus berkarya. Pertanyaan dari peserta tentang motivasi memilih judul Mutiara kehidupan. Saya terinspirasi dari filosofi terbentuknya mutiara. Mutiara itu dihasilkan oleh kerang penghasil Mutiara, ia tidak berkaki, tak mampu bergerak, dan tak bisa berenang. Dengan kondisi seperti ini kerang harus menjaga dirinya, dari apapun yang masuk ke dalam cangkangnya. Apapun yang masuk dalam dirinya, bahkan dengan rasa sakit sekalipun, kerang dengan penuh kesabaran membungkusnya selapis demi lapis. Melalui proses yang Panjang itulah terbentuklah Mutiara terindah. Demikian juga kehidupan manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan akan mengalami rasa pahit getirnya kehidupan, melalui banyak hambatan dan rintangan, ada perasaan kecewa, sakit hati dan lain sebagainya. Namun itu semua menjadi proses perjalanan hidup kita menuju kematangan jiwa. Saat kita mau berproses melalui semua warna-warni kehidupan itulah nantinya akan menjadikan hidup kita lebih berharga karena kita mampu memaknai setiap peristiwa dalam sudut pandang yang positif. Nah itulah makna dari Mutiara kehidupan.

            Suasanya diskusi yang terkesan santai tapi serius ditambahl agi narasumber yang sesekali mengeluarkan candaan-candaannya saat menanggapi pertanyaan dari peserta. Suasana semakin akrab. Seperti pertanyaan peserta “Apa makna buku ini?” Oh..maknanya ya seindah hatiku, hatimu, dan hati kita semua he..he… Kemudian narasumber membacakan sebait kata-kata dalam buku tersebut. Nah, bisa mengambil makna dan pesan yang disampaikan penulis? Beryukur apa yang disampaikan dapat terserap dengan baik oleh peserta. “Apa tujuan menulis buku ini?” Tujuannya sih simple aja ya dik..memotivasi diri agar hidup selalu happy.

Acara dimeriahkan dengan live musik oleh Meyva Awafiq Nur Azizah. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang berjudul cinta Abadi oleh Isma Yasminawati. Acara berjalan dengan lancar dan dari pesan dan kesan, peserta mengharapkan acara-acara seperti ini sering-sering diadakan untuk menambah ilmu dan wawasan. Mereka merasa senang mendapatkan kesempatan untuk terus berlatih berdiskusi dengan teman-teman.