Kegiatan PPL Mahasiswa PGMI STAIYO di MIN 4 GUNUNGKIDUL

Wonosari – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MIN 4 Gunungkidul yang berlokasi di Semenrejo, Pulutan, Wonosari, Gunungkidul. PPL di lokasi ini terdiri 7 (tujuh) mahasiswa yaitu Laila Al Afifah, Afifah Nuraini, Khoirul Isti Mubarokah, Mudrikah Zain, Rika Rofifah, Rohoda Riski Akwam dan Wasuci Indah Sari, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Daluti Delimanugari, S.Pd.I, M.Pd.I dan Pembimbing lokasi yaitu Ibu Susiyati, S.Pd.I, M.S.I, selaku Kepala Madrasah MIN 4 Gunungkidul.

Kegiatan PPL berlangsung selama 3 bulan yaitu mulai 04 Oktober 2021 s.d 04 Desember 2021. Kegiatan PPL ini memfokuskan yaitu mengajar semua mata pelajaran mulai dari kelas 1 s.d 6 dan membantu pekerjaan yang ada di perpustakaan. Namun karena belum memiliki jadwal mengajar, mahasiswa PPL diberi tanggungjawab untuk mengajar kelas 2, karena wali kelas sedang diklat. Kegiatannya adalah fokus pada membaca, menulis, dan berhitung. Setiap mahasiswa PPL mendapat tugas yaitu 2 (dua) mahasiswa membimbing tahfidz di pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, 3 (tiga) mahasiswa mengajar materi yang ditugaskan guru pembimbing dan 2 (dua) mahasiswa membantu di perpustakaan yang sedang proses akreditasi perpustakaan. Disela-sela kegiatan tersebut, seringkali ada juga guru yang memberi tugas kepada mahasiswa untuk menggantikan mengajar di suatu kelas karena guru tersebut berhalangan masuk kelas.

Kegiatan belajar mengajar di MIN 4 Gunungkidul masih belum memberlakukan siswa masuk full day, karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan. Setiap kelas mulai dari kelas 1 – 6, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 masuk setiap hari Senin dan Rabu, sedangkan kelompok 2 masuk setiap hari Selasa dan Kamis dari jam 8 pagi hingga 10 pagi. Kemudian saat Penilaian Tengah Semester (PTS), siswa dari kelas 4 – 6 masuk setiap hari Senin – Kamis dengan dibagi menjadi 2 gelombang, yaitu pagi pukul 08.00 – 10.00 dan siang pukul 10.00 – 12.00. Selama kegiatan di sekolah diberlakukan sistem PROKES, seperti memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan mengecek suhu sebelum memasuki kelas. Sementara kegiatan PPL setiap hari Jumat melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan MIN 4 Gunungkidul untuk pembuatan taman sekolah.

Laila Al Afifah / Ketua kelompok menyampaikan bahwa dari semua kegiatan diatas setiap seminggu sekali dibuat rancangan pelaksanaan kegiatan PPL yang diserahkan kepada guru pembimbing untuk ditandatangani dan sekaligus sebagai bentuk laporan pelaksanaan tugas PPL yang diberikan.

Pengalaman selama PPL di MIN 4 sangatlah banyak, mulai mengajar siswa kelas bawah (kelas 1) yang karakteristik siswanya masih sangat susah untuk diatur, mengajar kelas 2 yang baru pertama kali masuk pembelajaran tatap muka, setelah selama satu tahun lebih mengikuti pembelajaran daring. Kesulitan yang tampak adalah kurangnya kemampuan siswa dalam membaca dan menulis. Dari keterangan guru kelas 2, beberapa siswa memang masih kesulitan dalam membaca bahkan sulit untuk mengenali huruf abjad. Juga kesulitan dalam mengajar tahfidz karena siswa belum bisa membaca dan mengetahui huruf abjad, jadi saat akan mengajarkan per-kata dalam bahasa arab pun susah. Ditemukan juga beberapa pengalaman unik selama PPL, misalnya saat mengajar kelas 2, mayoritas siswa masih kurang dalam hal membaca, menulis, menghitung, tetapi semangat mereka dan keaktifan siswa dalam bertanya sesuatu yang tidak diketahui sangat bagus. Siswa bisa diajak bekerjasama dalam berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Selain di kelas 2, PPL masuk di kelas 1 dan 5, menggantikan guru yang berhalangan hadir ke sekolah atau guru yang sedang berkepentingan sehingga tidak bisa masuk kelas. Di kelas 5, tidak ada kesulitan yang signifikan, karena rata-rata siswa sudah bisa menalar, membaca dan menulis. Walaupun memang ada siswa yang sulit menangkap pelajaran matematika seperti perkalian pecahan, ujar Afifah Nuraini anggota kelompok.

Saat ini MIN 4 Gunungkidul sedang mempersiapkan akreditasi perpustakaan, sehingga hadirnya mahasiswa PPL STAIYO sangat membantu, seperti ikut menyetempel buku-buku yang ada di perpustakaan dan pembukuan buku kunjung perpustakaan, mengambil gambar foto dan mencetak foto pojok baca, kantin literasi, dan lainnya yang dibutuhkan untuk akreditasi perpustakaan, demikian dijelaskan Ibu Susiyati, S.Pd.I, M.S.I, selaku Kepala Madrasah MIN 4 Gunungkidul.

Daluti Delimanugari sebagai Dosen pembimbing PPL, memberikan motivasi kepada mahasiswa PPL untuk selalu siap jika diberikan amanah tugas, baik untuk mengajar atau yang berurusan dengan perpustakaan. Ibu Kepala Madrasah sangat berharap dengan adanya mahasiwa PPL STAIYO, maka program MIN 4 akan terbantu dalam pelaksanaan secara baik, dalam proses belajar mengajar ataupun akreditasi perpustakaan dan kegiatan madrasah lainnya. Selain itu, Daluti berpesan kepada mahasiswa untuk selalu menaati setiap aturan yang ada di MIN 4 Gunungkidul, menjaga sikap, selalu menghormati semua anggota sekolah dan melaksanakan semua tugas yang diberikan dengan sebaik mungkin, melaksanakan program kerja PPL dengan semaksimal mungkin, jangan bertindak sesuka hati karena prinsipnya PPL selain membawa nama diri anda juga membawa nama baik Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta.