STAIYO, MAHASISWA MEMAHAMI ILMU FILSAFAT

Wonosari (25/6) – Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) / Ahwal Syakhsiyyah (AS) mengadakan acara Sinau Bareng demi menambah wawasan pengetahuan umum. Sinau Bareng ini dilaksanakan pada Jumat, 25 Juni 2021 melalui media WhatsApp Group. Tema yang diangkat adalah ‘Anak Muda Bicara Filsafat’. Diikuti oleh sekitar 30 peserta dari berbagai kampus di Yogyakarta. Sinau Bareng episode 7 ini masih setia menggandeng partner dari Kamadiski STAIYO dan Komunitas Sinau Bareng.

Narasumber yang dihadirkan adalah Bennartho Ennys Rapoho, S.Fil, seorang sarjana filsafat dari UGM yang berfokus pada etika. Selain itu, ia merupakan seorang konten SEO di Revival TV Jakarta dan juga conten writer di Duta Damai Yogyakarta. Kegiatan yang dilakukan diantaranya melakukan riset, membuat rencana konten website, wawancara narasumber, menulis dan melakukan ulasan berita.

Ben (panggilan akrab Bennartho) menuturkan, sebenarnya siapapun berhak menjadi filsuf. Filsuf didefinisikan sebagai orang yang mampu berpikir untuk jalan hidupnya, minimal untuk dirinya dan benar-benar menjalankan apa yang ada dalam pikirannya. Sementara filsafat itu sendiri lebih kepada pengetahuannya atau bicara tentang metodenya, sejarah pemikiran, struktur pengetahuan dan lain-lain.

Sementara berfilsafat lebih ke aplikasinya. Di laboratorium filsafat memakai eskperimen yang berarti akal adalah sumber utamanya, akal merupakan dasarnya. Setiap manusia memiliki akal dan mampu berpikir dengan adanya akal. Dengan kata lain, menurut Ben, berfilsafat itu seperti menentukan jalan hidup atau nilai hidup.

Berpikir radikal adalah hal yang diperlukan dalam berfilsafat. Berpikir radikal di sini artinya berani mempertanyakan hal-hal yang dianggap sudah mapan. Sering kali pada umumnya manusia tidak sadar kalau ada yang keliru dalam cara pikir sosial. Maka perlu adanya pertanyaan-pertanyaan.

Filsafat sendiri juga masuk dalam mata kuliah yang ada di Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO), seperti filsafat umum/filsafat ilmu/pengantar filsafat, filsafat pendidikan, filsafat hukum, filsafat ekonomi bahkan mempelajari ilmu kalam. Maka tema-tema atau obrolan perkara filsafat penting untuk terus digaungkan demi mengembankan kemampuan dan nalar berpikir mahasiswa yang memiliki konsentrasi pada tiga keilmuan yaitu aspek pendidikan, hukum dan ekonomi. Seringkali sebagai manusia, kita tidak sadar kalau sedang berfilsafat. Berpikir mendalam tentang sesuatu hal, bahkan dari segala sudut pandang. Berfilsafat penting untuk mengolah rasa dan kebatinan seseorang.

Dengan filsafat sebagai alat, kedepan dari Rahim STAIYO akan lahir filosof yang menguasai pendidikan atau pendidikan Islam, filosof yang menguasai hukum atau hukum Islam, filosof yang menguasai ekonomi atau ekonomi Islam. Sekaligus untuk menepis pandangan umum bahwa seorang berlatarbelakang filsafat, tidak pasti berpikir dan berperilaku aneh seperti istilah ‘pantes wong filsafat, ngomonge ngono / prilakune ngono’. Tetapi dengan berfilsafat akan memberikan solusi, kreasi, membuka cara pandang dan memberikan banyak alternatif, tidak mudah menyalahkan atau menghakimi seseorang.

Darmini sebagai mahasiswa STAIYO dan inisiator acara diskusi, menyampaikan selain ilmu filsafat, banyak ilmu lain yang bisa diserap dari mata kuliah yang diajarkan di kampus. Untuk rekan-rekan yang ingin mendalami lebih lanjut keilmuan yang menarik dan menantang, bisa mendaftarkan diri pada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun (PMB) Tahun Akademik 2021/2022. Banyak beasiswa yang ditawarkan diantaranya beasiswa bidikmisi/ KIP, beasiswa tahfidz, beasiswa Prestasi Akademik dan Non Akademik juga beasiswa kader NU dan sebagainya. Info pendaftaran PMB bisa dibuka di https://bit.ly/pmbstaiyo dan bisa pilih Program Studi yang diminati yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru MI (PGMI), Hukum Keluarga Islam (HKI) / Ahwal Syakhsiyyah (AS) dan Ekonomi Syariah (ES).