Darmini Terpilih Menjadi Duta Baca Gunungkidul

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul menggelar pemilihan Duta Baca 2022. Setelah dilakukan seleksi dan penjurian, pada tanggal 31 Oktober 2022 ditetapkan Isnu Hidayat sebagai juara pertama, disusul Imelta Indriyani Alfiah juara kedua, Tri Darmini juara ketiga. Lalu Irma Madyastuti Rahayu dan Siti Badriyah masing-masing sebagai juara harapan 1 dan harapan 2. Moment ini merupakan ajang pertama kali, Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan acara pemilihan Duta Baca tersebut.

Pemilihan Duta Baca ini terbuka untuk umum warga negara Indonesia yang berdomisili di Gunungkidul, antara usia antara 21 sampai 55 tahun. Kegiatan ini dilakukan melalui dua tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi dan presentasi. Seluruh berkas yang masuk, ada 22 peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti tahapan presentasi. Lalu tahap pertama diambil lima nominator yaitu Imelta Indriyani Alfiah, Tri Darmini, Irma Madyastuti Rahayu, Siti Badriyah, dan Isnu Hidayat.

Selain aktif kegiatan literasi, para peserta juga dituntut untuk memiliki pemahaman mengenai dunia literasi. Nantinya para duta-duta yang terpilih punya kewajiban untuk mengembangkan literasi khususnya yang ada di kabupaten Gunungkidul. Diharapkan bisa menjadi contoh atau role model dalam pembudayaan gemar membaca dan menulis. Dengan hadirnya para duta baca Gunungkidul, semoga mampu menginspirasi dan memberi motivasi pada masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya membaca dan menulis.

Tri Darmini sebagai juara ketiga adalah mahasiswi semester 7 Prodi Hukum Keluarga Islam (KHI) di STAI Yogyakarta. Calon Sarjana Hukum ini, selain aktif kuliah juga merupakan seorang penulis nasional dan instruktur kepenulisan. Sepanjang waktunya dihabiskan untuk menekuni buku. Membaca dan menulis beraneka genre menjadi hobi dan kebutuhan yang wajib bagi dirinya. Menjadi Duta Baca adalah salah satu strateginya untuk lebih mengenalkan lagi dunia literasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, Duta Baca bisa menjadi satu wadah yang bisa mengakomodir banyak kepentingan guna memajukan dunia literasi khususnya di Kabupaten Gunungkidul.

Perempuan kelahiran Gunungkidul ini, bercita-cita mewakafkan hidupnya untuk kepentingan umum. Ia berharap kelak di kampus STAI Yogyakarta juga muncul talenta-talenta baru dalam dunia literasi. Menurutnya mahasiswa tidak hanya modal belajar di perkuliahan, tapi juga harus mengembangkan kemampuan lewat banyak kegiatan di luar perkuliahan.

Sebelum menjadi Duta Baca Gunungkidul, Tri Darmini juga sudah lebih dulu menjadi Duta Damai BNPT dan Duta Internet Baik. Sebagai Duta Baca, Duta Damai maupun Duta Internet Baik, punya satu benang merah yaitu edukasi dan literasi. Pendidikan literasi yang bisa disosialisasikan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dunia digital tidak bisa dihindari, tapi kontrol diri bisa dipersiapkan. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital tanpa harus terjerumus pada keburukannya. (Drm)