Focus Group Discussion Kurikulum STAI Yogyakarta

Wonosari (03-04/08) – Hari Selasa – Rabu, 03 – 04  Agustus 2021 Masehi / 24 – 25 Dzul Hijjah 1442 Hijriyah Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum secara serentak untuk 5 Program Studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ahwal Syakhsiyyah (AS) / Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Ekonomi Syariah (ES).  Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum bertujuan untuk melakukan review kurikulum dari masing-masing prodi yang selama ini telah berjalan. Selain itu FGD bertujuan untuk mendesain kurikulum baru yang akan diberlakukan mulai pada tahun ajaran 2021/2022. Harapan kurikulum nanti menjadi semakin memiliki keunggulan, kompetensi, implementatif dan berdaya saing baik dalam industri 5,0 dan peningkatan KKNI serta membangun ekosistem kampus merdeka dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Acara Focus Group Discussion (FGD) dibuka oleh Ketua STAIYO Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd dan kegiatan dipandu fasilitator oleh Ketua dan Pembantu Ketua I bidang akademik Agus Suprianto, SH., SHI., MSI. Selain itu acara diikuti oleh para pembantu ketua yang lain yaitu Suharto, S.Ag., MM., Hudan Mudaris, SEI., MSI, ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Umi Musaropah, S.Hum., S.Pd.I., M.Ag, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Ulin Nuha, S.Pd.I., M.Pd.I, dan masing-masing Ketua Program Studi yaitu Ana Dwi Wahyuni, S.Pd.I., M.Pd.I, Mustolikh Khabibul Umam, S.Pd.I., M.Pd.I, Daluti Delimanugari, S.Pd.I., M.Pd.I, Ihyak, SHI., MHI, Navirta Ayu, SEI., ME. Selain itu acara juga mengundang beberapa alumni, beberapa pengguna alumni dan profesi atau praktisi terkait peluang lulusan dari STAIYO.

Dalam sambutan Ketua STAIYO Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa Focus Group Discussion (FGD) ini merupakan kegiatan pertama terkait dengan review kurikulum dan mendesain kurikulum. Sudah lama kurikulum STAIYO dilaksanakan dan belum pernah dilakukan tinjauan secara khusus. Banyak catatan dan masukan dari pihak dosen, mahasiswa dan alumni terkait perbaikan kurikulum, agar STAIYO lebih unggul, kompetitif dan berdaya saing. STAIYO sebagai kampus Islam satu-satu di Gunungkidul dan tertua (berdiri tahun 1975), telah banyak meluluskan sarjana yang berkiprah di lintas sektoral dan mewarnai segala kehidupan seperti ada yang di birokrasi pemerintahan, kementerian agama, lingkungan pendidikan, lingkungan lembaga peradilan dan praktisi hukum, sebagai politisi serta aktif dalam organisasi agama, sosial  dan kemasyarakatan. Untuk itu kurikulum STAIYO harus mampu menjawab tantangan dan perkembangan dunia modern, dunia yang serba digital dan tetap berwawasan Islam ala Ahlul Sunnah Wal Jamaah.

Agus Suprianto memandu kegiatan dan mulai dengan review kurikulum yaitu presentasi setiap prodi untuk meninjau seluruh mata kuliah, sebaran mata kuliah dalam setiap semester, beberapa mata kuliah yang terkesan duplikasi dan cenderung mengulang, sisi urgensitas keberadaan mata kuliah bagi prodi, perlunya pengelompokan mata kuliah wajib nasional, mata kuliah umum perguruan tinggi, mata kuliah ke-prodi-an, mata kuliah menunjang kompetensi lulusan, mata kuliah pilihan dan mata kuliah yang berciri khas STAIYO sebagai kampus dibawah bendera Nahdlatul Ulama (NU). Dengan banyak pembahasan, masukan dan pertimbangan tersebut, menyebabkan diskusi FGD berjalan cukup alot, penuh debat / adu pandangan dan argumentasi serta memakan waktu alias molor dari agenda yang dijadwalkan.

Setelah review kurikulum di hari pertama, hari kedua dilanjutkan mendesain kurikulum dengan harapan kurikulum STAIYO lebih unggul, kompetitif, implementatif, berdaya saing baik dalam industri 5,0 dan peningkatan KKNI, serta adaptif untuk membangun ekosistem kampus merdeka dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Semua prodi sama-sama komitmen rekomendasi review disikapi dan menjadi landasan desain Kurikulum baru STAIYO yang akan mulai diimplementasikan tahun ajaran 2021/2022. Sehingga dalam 3 tahun kedepan, STAIYO akan menerapkan double kurikulum yaitu kurikulum lama dan kurikulum baru. Kurikulum lama diberlakukan  bagi mahasiswa lama yang saat ini akan masuk menjadi semester III, V dan VII. Sementara kurikulum baru akan mulai diberlakukan untuk mahasiswa baru atau semester I. Rekomendasi desain kurikulum baru hasil FGD, selanjutnya akan dilakukan workshop atau dikonsultasikan / uji materi dengan ahli atau pakar sebelum disahkan dan ditetapkan menjadi kurikulum baru.