KETUA STAIYO KUNJUNGAN KERJA KE KEMENAG GUNUNGKIDUL

Wonosari – Kamis (18/03), Usai dilantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) D.I.Yogyakarta pada tanggal 7 Maret 2021, Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) melakukan kunjungan kerja pertama ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul. Kunjungan didampingi Pembantu Ketua  bidang akademik Agus Suprianto, SH., SHI., MSI, Pembantu Ketua bidang administrasi Suharto, S.Ag., MM dan Kabag. Keuangan Tata Usaha dan Rumah Tangga Istarsidah, S.Pd.I., MSI. Kunjungan Kerja diterima langsung oleh H. Arief Gunadi, S.Ag., M.Pd.I selaku Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul dan didampingi H. Mukhotib, S.Ag., M.Pd.I selaku Kasubag Tata Usaha Kemenag Gunungkidul di ruang kerja Kepala.

Diyah Mintasih dalam pengantar kunjungan menyampaikan ungkapan terima kasih telah diterima langsung oleh Kepala Kemenag Gunungkidul. Kunjungan dimulai mengenalkan diri sebagai Ketua STAIYO yang baru dilantik dan mengenalkan personel jajaran pimpinan ikut mendampinginya. Kunjungan kerja ini adalah awal silaturahim Ketua STAIYO, untuk saling mengenal, menjalin keakraban dan menyatakan siap bersinergi atau bermitra dengan pimpinan kelembagaan yang ada di Gunungkidul khususnya Kementerian Agama dan waktu dekat akan melanjutkan roadshow kunjungan silaturahim ke Bupati & Wakil Bupati Gunungkidul dan kelembagaan lain yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Suharto menambahkan bahwa STAIYO sebagai satu-satunya kampus Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Gunungkidul mempunyai komitmen untuk membekali dan memberikan pendidikan tinggi keagamaan yang terbaik bagi masyarakat Gunungkidul dan sekitarnya. Sejarah telah mencatat ada 4000-an sarjana lulusan STAIYO yang telah berkiprah di masyarakat sebagai PNS, Penegak Hukum, Pengusaha, Politikus, Guru/Pendidik, Pengasuh Pesantren, Lurah/Perangkat desa, dan sebagainya. STAIYO memiliki 5 (lima) Program Studi atau 3 (tiga) rumpun keilmuan yaitu rumpun keilmuan Pendidikan (Sarjanan Pendidikan / S.Pd) terdiri Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI); rumpun keilmuan hukum (Sarjana Hukum / SH) yaitu Ahwal Syakhsiyyah (AS) atau Hukum Keluarga Islam (HKI) dan rumpun keilmuan Ekonomi (Sarjana Ekonomi / SE) yaitu Ekonomi Syariah. Semuanya program studi demi meningkatkan kecerdasaan dan harkat martabat putra-putri Gunungkidul yang berkualitas dan berdaya saing.

Arief Gunadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua STAIYO yang baru dan menyampaikan selamat atas dilantiknya sebagai Diyah Mintasih sebagai Ketua STAIYO. Kementerian Agama Gunungkidul sangat bangga dengan eksistensi STAIYO, karena telah mewarnai dan menyumbangkan alumni-alumni terbaiknya menjadi pegawai di kemenag gunungkidul, baik di kantor kemenag, kantor KUA dan di lembaga pendidikan (PAUD, RA, MI, MTs dan MA) di Gunungkidul. Bahkan saya sendiri adalah alumni STAIYO, demikian penyataan Arief Gunadi. Sebagai Kepala kemenag Gunungkidul maupun sebagai alumni, kami tentu sangat terbantu dengan STAIYO dan mengharapkan untuk selalu bersinergi dengan Kementerian Agama baik di Pusat, di Wilayah maupun di Gunungkidul atas program-program STAIYO dalam rangka mengangkat gunungkidul yang lebih maju, apalagi saat ini Gunungkidul Bupatinya juga baru.

Disampaikan juga untuk Ketua STAIYO agar selalu mempromosikan kampus dengan tampilan yang bernilai jual dan selalu mempublikasikan prestasi-prestasi dan keunggulan yang diraihkannya. Saat ini publik butuh informasi yang dilakukan oleh STAIYO, mulai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), kegiatan, prestasi mahasiswa, prestasi dosen, prestasi alumni dan keunggulan lain yang dimiliki. Sehingga tidak ada keraguan masyarakat bahwa kuliah di STAIYO tidak kalah secara kualitas dan prestasi dengan kampus yang lain. Kelebihan kuliah di STAIYO bagi masyarakat Gunungkidul adalah dekat dan tidak harus turun ke Yogyakarta, apalagi sekarang dengan pesona alam Gunungkidul justru banyak orang yang dari Yogya ataupun wisatawan yang berbondong-bondong ke Wonosari. Sehingga kuliah di STAIYO memiliki daya tarik sekaligus bisa menikmati pesona wisata yang alami. Tutur Arief Gunadi yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul.

Sambutan positif juga disampaikan oleh Mukhotib yang ikut mendampingi Kepala Kemenag. STAIYO adalah satu-satunya Kampus berbasis Islam di Wonosari, sehingga harus mampu memberikan lulusan yang berdaya saing di bidang pendidikan, bidang hukum dan bidang ekonomi. Beberapa tahun kedepan pemerintah dan kementerian kami, sangat butuh alumni-alumni terbaik dari STAIYO.

Beriringan dengan kunjungan ke Kantor Kemenang Gunungkidul, Ketua STAIYO juga bersilaturahim ke Rumah K.H. Bardan Usman selaku Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gunungkidul. Silaturahim dimaksudkan untuk memperoleh doa dan restu sebagai Ketua STAIYO yang baru dilantik. Ucapan selamat atas dilantiknya Diyah Mintasih sebagai Ketua STAIYO, dan selamat kepada para Pembantu Ketua yaitu Agus Suprianto, Suharto dan Hudan Mudaris.  Nasehat yang sederhana, tapi penuh makna disampaikan oleh K.H. Bardan Usman “uruslah STAIYO dengan dua hal yaitu mampu dan kober (entengan)”.  Mampu tapi ora kober podo wae. Kober tapi ora mampu semono ugo. Jadi butuh keduanya yaitu kober dan mampu, Insya allah berkah dan masuk surga. “Terpaksa masuk surga lebih baik, daripada masuk neraka dengan penuh kesadaran”.

Sambil menyampaikan doa dan restu, K.H. Bardan Usman juga memberikan spirit sekaligus energi positif bagi pimpinan STAIYO untuk melangkah mengelola kampus yang jaya, terbaik dan maslahat bagi umat. Dimohonkan pula untuk selalu dibimbing, diarahkan dan bila salah agar tidak ragu untuk menegur atau ‘menjewer’ agar tetap amanah dalam mengelola kampus STAIYO.