PELANTIKAN KETUA BARU, ARAH PERUBAHAN MASA DEPAN STAIYO

Wonosari – Minggu (07/03), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) D.I.Yogyakarta diwakili H. Fahmy Akbar Idris, SE., MM melantik Diyah Mintasih, S.Pd.I., M.Pd sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) di Kampus STAIYO Wonosari. Pelantikan sebagai tindaklanjut Keputusan PWNU DIY No. : 539/AB/A.3-01/01/2021 tentang Pengangkatan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta periode 2021-2025 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Nizar Ali, MA dan H. Muchtar Salim, selaku Ketua dan Sekretaris Tanfidziyah bersama Rois dan Khatib Syuriyah. Selain melantik Ketua STAIYO, Fahmy melantik Agus Suprianto, Suharto dan Hudan Mudaris sebagai pembantu Ketua.

Fahmy dalam sambutannya menyampaikan bangga kepada STAIYO sebagai Perguruan Tinggi di bawah naungan NU, karena telah meluluskan 4000-an sarjana dan telah banyak berkiprah di masyarakat sebagai PNS, Pengusaha, Politikus, Guru/Pendidik, Pengasuh Pesantren, Lurah/Perangkat desa, dan sebagainya. Bahkan salah satu alumninya yaitu H. Arief Gunadi, S.Ag., M.Pd.I menjadi Kepala Kemenag Gunungkidul. Harapan besar prestasi Kampus, mahasiswa maupun alumni dipublikasikan, agar masyarakat luas mengetahui kelebihan STAIYO dan banyak masyarakat yang mendaftarkan putra/putrinya yang telah  lulus atau akan lulus SMA/SMK untuk kuliah di STAIYO. Kuliah di STAIYO akan melahirkan Sarjana Pendidikan, Sarjana Hukum dan Sarjana Ekonomi yang siap kerja di dunia pendidikan, praktisi hukum dan pengusaha atau bisnisman.

Diyah Mintasih usai dilantik, menyampaikan sambutan dengan tegas dan lantang. Sesuai ikrar janji pelantikan sebagai Ketua Baru, ini adalah momen baru untuk membawa energy positif perubahan STAIYO. Ada empat hal yang disampaikan yaitu ;pertama yaitu memperbaiki pengelolaan manajemen STAIYO. Kedua, meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa, peningkatan kualitas akreditasi, serta syukur dapat menaikkan status menjadi Institut. Ketiga, STAIYO harus berpikir out of the box yaitu mempunyai paradigma keluar dari kebiasaan yang lama atau sederhana. Keempat, STAIYO harus ada lompatan-lompatan kerja nyata. Dan kelima, membangun kemitraan secara luas baik dengan pemerintah maupun swasta, ungkap Diyah yang selalu mengatakan STAIYO sebagai kampus Islam tertinggi dan ternama di Gunungkidul.

Drs. H. Mardiyo, M.Si sebagai Ketua STAIYO yang purna tugas, hadir di acara Pelantikan. Dalam sambutannya menyampaikan terharu bercampur bangga karena bisa menyaksikan prosesi pelantikan yang sangat hikmat dan bermakna ini. Permohonan maaf disampaikan yang belum maksimal memimpin STAIYO, tetapi segala keberhasilan yang diperoleh selama memimpin agar dilanjutkan dan dikembangkan untuk membawa perubahan STAIYO menjadi lebih maju dan jaya. Figur muda-muda mulai Ketua, Pembantu Ketua, Kepala Lembaga Struktural dan Ketua Program Studi adalah spirit, energi positif sekaligus harapan untuk kemajuan dan kejayaan STAIYO.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAIYO Diyah Mintasih melantik empat pejabat struktural dan lima Ketua Program Studi. Empat pejabat struktural terdiri Ulin Nuha sebagai  Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Umi Musaropah sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Ali Ridlo sebagai  Kepala Laboratium dan Perpustakaan, dan Hasanudin sebagai Kepala Tata Usaha dan Rumah Tangga. Adapun lima ketua program studi yaitu Ana Dwi Wahyuni sebagai Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Mustolikh Khabibul Umam sebagai sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Daluti Delimanugari sebagi Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai  Ketua Prodi Ahwal Syakhsiyyah / Hukum Keluarga Islam dan Navirta Ayu sebagai Ketua Prodi Ekonomi Syariah.

Kedepan selain lembaga struktural, STAIYO akan mendirikan lembaga non struktural seperti pusat studi wanita dan gender, pusat bantuan hukum, klinik konsultasi dan mediasi, lembaga wisata halal Gunungkidul. Untuk lembaga kemahasiswaan perlu mendirikan Menwa, lembaga Dakwah, Kajian filsafat dan pendidikan, lembaga Kajian Bisnis, dan pusat kajian hukum. Paparan Hudan Mudaris Pembantu Ketua bidang mahasiswa & kealumnian.

Usai pelantikan, langsung dimanfaatkan oleh Diyah dengan mengajak seluruh jajaran pengelola, dosen dan karyawan untuk melakukan Rapat Kerja STAIYO. Rapat Kerja didahului Pembekalan Dr. Ahmad Arifi, M.Ag yang menjelaskan pengelolaan kampus yang berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), manajemen pengelolaan organisasi mulai perencanaan perumusan visi, misi, tujuan mengorganisasikan, melaksanakan dan pengawasan program. Serta perlu melakukan analisa SWOT untuk menentukan langkah so what? Selain itu beberapa masukan beberapa dosen senior, seperti Edi Siswantoro, Khadirin, Edi Zainuri, Mansur dan Bahiej (Badan Pengelola Harian (BPH) STAIYO) tutur Ali Ridlo Humas STAIYO.

Rapat Kerja dibagi tiga komisi yaitu pertama, komisi A untuk merumuskan visi-misi STAIYO, pokok-pokok garis besar STAIYO 3 tahun kedepan dan program Kerja Ketua – Pembantu Ketua setahun kedepan. Kedua, Komisi B untuk merumuskan program lembaga structural dari LPPM, LPM, Laborat dan Perpus dan Ke-TU-an. Dan ketiga, Komisi C untuk merumuskan program kerja dari 5 program studi yaitu PAI, PBA, PGMI, AS/HKI dan ES. Rapat Kerja ini menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan dilaksanakan sebagai acuan kerja-kerja STAIYO ke depan. Ujar Agus Suprianto Pembantu Ketua bidang kurikulum.