PENARIKAN MAHASISWA PKL STAIYO DI PEMDA GUNUNGKIDUL

Wonosari –Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) melakukan penarikan mahasiswa yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Bagian Hukum Pemda Gunungkidul. PKL diikuti tiga mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) atau Ahwal Syakhsiyyah (AS) yaitu Miftah Romadhon Arifudin, Sukron Makmun dan Karomatul Wasiati, dengan bimbingan Dosen DPL Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM. Acara penarikan PKL dilaksanakan tanggal 3 Maret 2021 dan langsung ditemui oleh Miksan, SH., M.Si selaku Kepala Bagian Hukum Pemerintah DaerahKabupaten Gunungkidul.

Miksan, SH., M.Si dalam paparan acara penarikan PKL menyampaikan terima kasih kepada STAIYO yang telah memilih Bagian Hukum sebagai lokasi PKL bagi mahasiswa. Ini adalah PKL pertama dari unsur mahasiswa karena biasa yang PKL disini adalah dari sekolah SMA/SMK. Selama mahasiswa PKL disini, kami telah memberikan arahan kepada seluruh staf untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa, misalnya dengan Tauviq Nur Hidayat, SH. MM  sebagai Kasubag. Konsultasi Bantuan Hukum dan HAM, Donny Prasetyo Widya Utama, S.H. selaku Kasubag. Perancang Perundang Undangan dan dengan Christiana Wardani, S.H, M.H selaku Kasubag. Dokumentasi dan Informasi. Kami mengharap kegiatan PKL ini bisa kontinyu dan menjadi pembuka hubungan kerjasama antara STAIYO sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan Pemda Gunungkidul sebagai pemerintah.

STAIYO melalui Prodi HKI sangat gembira dan terima kasih kepada Bagian Hukum Pemda Gunungkidul yang telah menerima PKL mahasiswa STAIYO dari tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 03 Maret 2021. Banyak pengalaman didapat mahasiswa misalnya penyusunan regulasi daerah, pengundangan, pengarsipan dan bantuan hukum dan HAM. Hal semacam ini tidak dapat diperoleh mahasiswa selama perkuliahan yang hanya mempelajari ilmu legal drafting dan advokatur, ujar Agus Suprianto yang sebulan lalu diangkat sebagai Wakil Ketua I STAIYO.

Sejak awal PKL, mahasiswa memperoleh bimbingan dari pegawai di bagian hukum tentang penjelasan tugas pokok, fungsi dari Bagian Hukum dan tiga sub bagian yaitu Sub Bagian Perancang Perundang Undangan, Sub Bagian Konsultasi dan Bantuan, dan Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi. Mahasiswa dibimbing untuk mempelajari tentang apa itu Perbub dan Perda. Perbub sendiri adalah peraturan yang dikeluarkan oleh bupati atas wewenangnya dalam daerah otonom terkait suatu hal demi kepentingan masyarakat dan secara tertulis. Sedangkan Perda adalah wujud kewenangan yang diberikan kepada pemerintahan daerah dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan serta menampung kondisi khusus daerah atau penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-undangan.Perda sendiri berfungsi sebagai instrumen kebijakan untuk melaksanakan otonomi daerah dan pembantuan sesuai UUD 1945, Undang-Undang, Pemerintahan Daerah, demikian penjelasan Tauviq Nur Hidayat, SH. MM pegawai yang membimbing mahasiswa.

Mahasiswa yang mengikuti PKL merasa sangat senang karena langsung mengetahui tentang yaitu (1). Sub Bagian Perancang Perundang Undangan salah satu tugasnya ialah menyusun regulasi daerah atau peraturan tingkat daerah, (2). Sub Bagian Konsultasi Bantuan Hukum dan HAM salah satu tugasnya ialah memberi penyuluhan hukum kepada masyarakat yang kurang paham tentang hukum, dan (3). Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi memiliki tugas yang salah satunya ialah mendokumentasi segala kegiatan yang berkaitan tentang hukum. Bahkan mahasiswa diajari untuk review terhadap beberapa regulasi daerah yang telah tidak berfungsi atau diganti dengan regulasi daerah yang baru dan memusnahkan beberapa regulasi yang sudah berfungsi lagi, ujar Sukron Makmun dan Karomatul Wasiati selaku mahasiswa PKL.

Kegiatan diluar kampus seperti ini, mahasiswa lebih mudah memahami materi ketimbang belajar di perkuliahan. Mahasiswa mengharap agar Prodi HKI selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar ilmu-ilmu praktis seperti ini. Hukum selalu berkembang, oleh karenanya kami sangat butuh pengalaman-pengalaman sebagai bekal calon sarjana hukum dikemudian hari. Lebih-lebih kampus STAIYO yang berada di Yogyakarta bagian atas, supaya tidak ketinggalan dengan kampus-kampus lainnya. Meski keberadaan kampus di atas, tapi STAIYO merupakan satu-satunya kampus yang memiliki prodi berlatarbelakang hukum yang melahirkan banyak sarjana hukum. Alumninya banyak berkecimpung sebagai pegawai di Pengadilan, Profesi Advokat & Konsultan Hukum dan Penasehat Hukum bidang Pajak. Bahkan beberapa pengajar juga praktisi hukum dan ahli-ahli di bidang hukum, demikian kata Miftah Romadhon Arifudin salah seorang mahasiswa PKL.

Terpisah, Ihyak, SHI., MHI sebagai Kaprodi HKI menyampaikan telah menerjunkan mahasiswanya untuk praktek kerja lapangan tidak hanya di Bagian Hukum Pemda Gunungkidul, tetapi juga di Kejaksaan Negeri Gunungkidul dan Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari. Bahkan periode sebelumnya PKL pernah difokuskan di beberapa KUA di daerah Gunungkidul dan kantor Notaris / PPAT. Untuk semester depan mahasiswa ini akan kami bimbing untuk Praktek Peradilan di Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri di Wilayah D.I.Yogyakarta.