Belajar Kepenghuluan dan Perwakafan, STAIYO menerjunkan PKL di KUA Wonosari

Wonosari – Selama tiga minggu Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta (STAIYO) menerjunkan empat mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) atau Ahwal Syakhsiyyah (AS) yaitu Fathul Muadib, Ahmad Fauzi, Asih Siyang Siyang dan Muhammad Farid H. untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari. Dipilihnya KUA Wonosari sebagai lokasi PKL, karena sudah kerjasama sebagai lokasi PKL beberapa tahun ini, disamping itu lokasinya dekat dengan kampus dan berada di titik pusat kota Wonosari. PKL di KUA Wonosari difokuskan untuk belajar kepenghuluan dan perwakafan, karena sebagai sarana praktek atas mata kuliah hukum perkawinan (fikih munakahat) dan Hukum Wakaf yang telah diajarkan di bangku kuliah. Mahasiswa PKL dibimbing oleh Dosen DPL Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM.

Selama tiga minggu PKL di KUA, mahasiswa sangat antusias dan mengikuti kegiatan PKL seperti kepenghuluan yaitu administrasi / pelayanan perkawinan, prosesi akad pernikahan, bahkan terhadap pernikahan yang tidak wajar misalnya penolakan pernikahan di bawah umur yang harus meminta ijin dispensasi nikah ke Pengadilan Agama, penolakan wali nikah yang tidak sesuai ketentuan agama. Sementara di bidang wakaf, mahasiswa  diperkenalkan dengan administrasi perwakafatan tanah untuk kepentingan sosial / agama dan proses peralihan dari tanah hak milik menjadi tanah wakaf di Badan Pertanahan Nasional (BPN) / Kantor Pertanahan Kabupaten. Karena salah satu tupoksi Kepala KUA adalah sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar wakaf (PPAIW) yang membuat Akta Ikrar Wakaf dari Wakif (pemilik tanah) kepada Nadzir (lembaga sosial/agama) atas objek wakaf berupa tanah. Demikian disampaikan Sabit Mustamil, S.Ag., MA selaku Kepala KUA Wonosari.

KUA Wonosari merasa senang dengan hadirnya mahasiswa PKL, karena bisa membantu pekerjaaan administrasi yang berlangsung di KUA. Mahasiswa bisa belajar sambil praktek dan KUA sangat terbantu. Kegiatan semacam ini diharapkan selalu berkesinambungan karena bisa menjadi spirit kajian akademik bagi pihak KUA atas beberapa masalah atau problem yang sering terjadi dalam perkawinan. Dalam kesempatan penutupan PKL, Kepala KUA Wonosari menuliskan pesan moral untuk mahasiswa PKL yang berbunyi “mudah-mudahan teman-teman mahasiswa PKL dari STAIYO jurusan Ahwal Syakhsiyyah dapat menjadi generasi penerus di Kementerian Agama”. Ini adalah pesan dan do’a yang memberikan harapan agar mahasiswa ketika lulus sangat dibutuhkan oleh Kementerian Agama.

Fathul Muadib bersama ketiga mahasiwa yang lain, dalam acara penutupan PKL menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala KUA Wonosari, jajaran staf dan pegawai di KUA Wonosari yang telah membimbing selama PKL di KUA. Sungguh pengalaman yang luar biasa, yang tidak dibayangkan sebelum mengikuti PKL, ternyata di KUA memperoleh banyak hal tentang aspek perkawinan / kepenghuluan dan perwakafan. Bahkan dilibatkan dalam meja pelayanan dan dibimbing tentang aplikasi SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah). SIMKAH merupakan aplikasi untuk mempermudah pengelolaan administrasi nkah dan rujuk pada KUA dengan dukungan data validitas data yang terintegrasi dengan data kependudukan dan catatan sipil.

Sementara Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM  sebagai Dosen DPL PKL menyampaikan terima kasih kepada KUA Wonosari atas bimbing mahasiswa selama PKL dan sekaligus meminta maaf bila ada perilaku atau perkataan mahasiswa yang tidak berkenan selama mahasiswa PKL. Kami mengharapkan kedepan, KUA Wonosari tetap bisa menerima kegiatan PKL bagi mahasiswa Prodi HKI STAIYO dan bisa membantu mahasiswa terkait tugas-tugas kuliah khusus penyusunan skripsi yang mengambil basic data di KUA Wonosari.

Selain PKL di KUA Wonosari, mahasiswa Prodi HKI STAIYO mengikuti PKL di Bagian Hukum Pemda Gunungkidul untuk belajar regulasi daerah dan bantuan hukum pemerintah dan PKL di Kejaksaan Negeri Gunungkidul untuk belajar hukum acara pidana tentang pra penuntutan, penuntutan dan eksekusi pidana termasuk aspek pelanggaran tilang lalu lintas, ujar Agus Suprianto yang pernah menjadi Kaprodi HKI STAIYO.