Penarikan PKL Prodi HKI STAIYO di Kejaksaan Negeri Gunungkidul

Wonosari–STAIYO mengirim empat mahasiswa dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) untuk menjalani kegiatan Praktek kerja lapangan (PKL) di Kejaksaan Negeri Gunungkidul, yaituArlita Oktalika, Ilham Pangestu Sudiro, Muhammad Nur Rohman, dan Riki Mahendra.

PKL merupakan sarana memberikan pengetahuan praktek secara langsung kepada mahasiswa, karena selama ini hanya memperoleh materi hukum secara teori di ruang kuliah. Dengan PKL di Kejaksaan Negeri Gunungkidul diharapkan akan mengetahui secara langsung praktek-praktek Hukum Acara Pidana atas tindakan kejahatan / kriminal masyarakat yang berlangsung di lembaga ini, ujarAgusSuprianto, SH., SHI., MSI., CM Dosen DPL mahasiswa HKI.

Muchtar Kusdiyanta, SH selaku Kepala Urusan Tata Usaha dan Kepegawaiaan Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Gunungkidul pada saat acara penyerahan mahasiswa PKL, menyampaikan terimakasih atas kepercayaan dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) – STAIYO karena ditunjuk sebagai lokasi PKL mahasiswa selama 3 pekan yaitu 15 Februari 2021 sampai dengan 03 Maret 2021. Ini adalah PKL pertama yang dilakukan dari kampus untuk mahasiswa, karena selama ini yang PKL di Kejaksaan adalah siswa dari sekolah SMA/SMK. Mahasiswa yang praktek disini dapat menambah wawasan mengenai pra penuntutan dan penuntutan pada hukum acara pidana, juga menambah informasi penjelasan mengenai tugas, pokok, serta fungsi dari Kejaksaan Negeri di masyarakat.

Selama proses kegiatan PKL, mahasiswa dibimbing oleh para Staff dan Pegawai di masing-masing bidang, seperti di bidang Pidana Umum (PIDUM) yang dibimbing oleh Bapak Riyadi, SH dan Ibu Ester Hariastuti MN,SH; di bidang Pidana Khusus (Pidsus) yang dibimbing oleh Bapak Andy Nugraha SH, MH; di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) dibimbing oleh Ibu Sukarni Winarti, SH; dan di bidang Intelijen yang dibimbing oleh Bapak Subarmilu, SH, demikian penjelasan Muchtardisela-sela kesibukan pekerjaan kantornya.

Selama praktek pada bidang pidana umum, mahasiswa mempelajari materi pra penuntutan, penuntutan hukum acara pidana, dan mempelajari cara penggunaan aplikasi Case Management System (CMS) yaitu aplikasi Kejaksaan untuk menginput data dimulai dari pra penuntutan hingga putusan pada perkara pidana umum. Di aspek lain, mahasiswa juga membantu membuat register, mengantar berkas tuntutan ke Pengadilan Negeri Wonosari, hingga merekap daftar tilang, dan lain sebagainya, kata Arlita Oktalika mahasiswa PKL.

Kemudian pada bidang Pidana Khusus mahasiswa dibimbing mempelajari standar operasional prosedur (SOP) pidana khusus, membaca berkas perkara pidana khusus tindak korupsi yang terjadi di yurisdiksi kabupaten Gunungkidul.Sementara pada bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN), mahasiswa mempelajari tugas, pokok dan fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) di Kejaksaan, contoh administrasi Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) dan UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI. Adapun pada bidang Intelijen, mahasiswa diajarkan tentang tugas, pokok dan fungsi Inteligent, dan standar operasional prosedur (SOP) Inteligent, menginput data laporan harian, informasi khusus dan data register, demikian ujar Riki Mahendra didampingi Muhammad Nur Rohman dari mahasiswa PKL HKI STAIYO.

Selama kegiatan PKL, mahasiswa sangat senang dan antusias bahkan tak terasa sudah tiga minggu di Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Ingin rasanya PKL lebih lama lagi karena ternyata banyak yang bisa diperoleh atau dipelajari selama PKL yang tidak bisa didapat di bangku kuliah. Mahasiswa sangat berterimakasih kepada seluruh pegawai di Kejaksaan Negeri Gunungkidul, khususnya Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul dan Bapak Muchtar Kusdiyanta, SH yang telah membimbing selama proses kegiatan PKL. Selanjutnya untuk teman-teman lain yang PKL di Bagian Hukum Pemda Gunungkidul dan di Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari, semoga kegiatan PKL lancar dan sukses serta mendapat ilmu yang bermanfaat, demikian kata Ilham Pangestu Sudiro mahasiswa PKL.